<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707805">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR RISIKO PENINGKATAN ENZIM TRANSAMINASE AKIBAT PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA ANAK EPILEPSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ina Julia Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Asam valproat merupakan obat antiepilepsi pilihan utama untuk epilepsi umum. Hepatotoksisitas merupakan efek samping serius asam valproat yang dapat mengancam nyawa. Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai faktor risiko peningkatan enzim transaminase akibat asam valproat pada anak dengan epilepsi.&#13;
Tujuan: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko peningkatan enzim transaminase pada anak dengan epilepsi yang mendapatkan terapi asam valproat di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.&#13;
Metode: Studi potong lintang dilakukan pada 50 anak epilepsi usia 1 bulan hingga 18 tahun yang mendapatkan terapi asam valproat dan mengalami peningkatan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan/atau Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.&#13;
Hasil: Dari 294 pasien epilepsi anak, 50 (17%) mengalami peningkatan enzim transaminase. Peningkatan SGOT terjadi pada 31 subjek (62%) dan SGPT pada 35 subjek (70%). Uji chi-square dan regresi logistik menunjukkan hubungan signifikan antara lama pengobatan (p=0,044; OR=0,925) dan jumlah OAE (p=0,022; OR=7,691) dengan peningkatan SGOT. Status gizi (p=0,041; OR=0,412) berhubungan signifikan dengan peningkatan SGPT. Uji regresi logistik multivariat menunjukkan jumlah OAE merupakan faktor risiko paling signifikan untuk peningkatan SGOT (p=0,040; OR=4,663) dan dosis asam valproat untuk peningkatan SGPT (p=0,029; OR=1,183).&#13;
Kesimpulan: Jumlah obat anti epilepsi yang digunakan merupakan faktor risiko yang paling memengaruhi peningkatan SGOT, dan dosis asam valproat merupakan faktor risiko yang paling memengaruhi peningkatan SGPT. Pemantauan enzim transaminase reguler diperlukan terutama pada pasien dengan politerapi, dosis tinggi asam valproate, dan 6 bulan pertama terapi,&#13;
Kata kunci: enzim transaminase; anak dengan epilepsi; asam valproat; hepatotoksisitas; faktor risiko</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EPILEPSY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NERVOUS SYSTEM DISEASES - PEDIATRICS</topic>
 </subject>
 <classification>618.928</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 14:23:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 15:16:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>