<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707763">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGGENG KABUPATEN ACEH BARAT DAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Dea Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan faktor penting dalam &#13;
mendukung pertumbuhan bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, &#13;
keberhasilan peningkatan berat badan bayi tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian &#13;
ASI eksklusif, tetapi juga oleh frekuensi menyusui, durasi menyusui, dan &#13;
pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui &#13;
hubungan antara frekuensi menyusui, durasi menyusui, dan IMD dengan kenaikan &#13;
berat badan bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Manggeng. Jenis &#13;
penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 51 &#13;
responden ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. &#13;
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar Kartu Menuju &#13;
Sehat (KMS), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa terdapat 36 bayi (70,6 %) yang naik berat badan dan 15 bayi &#13;
(29,4%) tidak naik berat badannya. Kemudian untuk frekuensi menyusui kurang 20 &#13;
bayi (39,2%) dan tinggi 31 bayi (60.8%). Durasi menyusui baik 31 bayi ( 60.8%)&#13;
dan kurang baik (39,2%) dan IMD 25 responden (49%) dan tidak IMD 26 &#13;
responden (51%). Kesimpulan dari penilitian ini adalah terdapat hubungan &#13;
bermakna antara frekuensi menyusui dengan kenaikan berat badan bayi (p 0.000), &#13;
hubungan bermakna antara durasi menyusui dengan kenaikan berat badan bayi (p&#13;
= 0.010), serta hubungan tidak bermakna antara inisiasi menyusu dini (IMD) &#13;
dengan kenaikan berat badan bayi (p = 0.828) sehingga diperlukan upaya &#13;
peningkatan edukasi dan pendampingan terhadap ibu menyusui agar praktik &#13;
menyusui dapat dilakukan dengan lebih baik untuk menunjang pertumbuhan bayi.&#13;
Kata kunci: ASI eksklusif, frekuensi, durasi menyusui, IMD, kenaikan berat &#13;
badan bayi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BREAST FEEDING - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.269</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707763</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 08:01:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 10:29:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>