<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707751">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMP NEGERI 2 KUALA SIMPANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABIL SYUKRAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gerakan literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, pustakawan dan siswa. Data dalam penelitian ini berupa hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 2 Kuala Simpang dalam dimensi literasi baca tulis terlaksana dengan baik dengan mengikuti beberapa tahapan dari GLS, meliputi: (1) Perencanaan, yang mencakup persiapan Sumber Daya Manusia, sarana-prasarana, termasuk beragam sumber bacaan, perpustakaan, dan teknologi pendukung pembelajaran, serta dukungan pemerintah; (2) pelaksanaan, yang mencakup tiga tahapan, yaitu pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran; (3) evaluasi, yang mencakup tingkat keberhasilan program serta faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan program. Implementasi GLS dikategorikan “sedang” sesuai dengan rapor pendidikan yang menyatakan bahwa kemampuan literasi mencapai persentase 66,67%, skor tersebut menunjukkan peserta didik telah mencapai skor minimum. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala dalam mengimplementasikan, seperti rendahnya minat baca siswa. Selain itu, kurangnya dana juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi dan juga terdapat kendala waktu yang tergolong singkat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SCHOOL IMPROVEMENT PROGRAMS</topic>
 </subject>
 <classification>371.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707751</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 20:41:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 10:40:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>