<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707705">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KADAR PROKALSITONIN PADA PASIEN KANKER PARU KARSINOMA BUKAN SEL KECIL DENGAN PNEUMONIA DAN TANPA PNEUMONIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitriana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Pasien kanker paru sering disertai dengan pneumonia yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang penting selama perjalanan penyakitnya. Pada pasien kanker paru, pneumonia sering kali sulit dikenali karena memiliki gejala klinis dan radiologis yang mirip dengan progresi kanker. Oleh karena itu diperlukan biomarker tambahan untuk membantu membedakan pneumonia dari progresi kanker guna menunjang diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.&#13;
Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar prokalsitonin pada pasien Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) dengan pneumonia dan tanpa pneumonia.&#13;
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian merupakan pasien KPKBSK rawat inap dan rawat jalan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada November 2024 - Februari 2025. Data dianalisis dengan SPSS 24 menggunakan Uji Mann-Whitney.&#13;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan median kadar PCT pada pasien KPKBSK dengan pneumonia dan tanpa pneumonia (0,78 (0,1–1,90) ng/mL dibandingkan 0,10 (0,02–0,4) ng/mL; p &lt; 0,001). Titik potong kadar PCT terbaik dalam mendiagnosis pneumonia pada pasien KPKBSK adalah 0,44 ng/mL dengan sensitivitas 95% dan spesifisitas 100% (AUC 0,974; p &lt; 0,001).&#13;
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan kadar PCT antar pasien KPKBSK dengan pneumonia dan tanpa pneumonia. Prokalsitonin menunjukkan potensi sebagai biomarker diagnostik pneumonia dengan nilai cut-off optimal 0,44 ng/mL, sehingga dapat digunakan untuk membedakan pasien KPKBSK dengan pneumonia dan tanpa pneumonia.&#13;
Kata Kunci: Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil, Pneumonia, Prokalsitonin, Biomarker.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LUNG CANCER - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.994 24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707705</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 12:28:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-12 09:17:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>