<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707673">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PADA SEPULUH PENYAKIT TERTINGGI DI POLIKLINIK THT-BKL RSUDZA TAHUN 2022-2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GHINA MAWADAH ERYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rumah sakit rujukan utama di Aceh yaitu Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin memiliki beban kasus THT-KL tinggi, namun distribusi penyakit terbanyak dan karakteristik demografi pasien belum terdokumentasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sepuluh diagnosis THT-KL terbanyak serta menggambarkan karakteristik demografi pasien di Poliklinik THT-BKL periode 2022–2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Sebanyak 9.131 pasien memenuhi kriteria inklusi. Sepuluh diagnosis terbanyak adalah gangguan pendengaran sensoneural, otitis media supuratif kronik, impaksi serumen, rinitis alergi, gangguan perkembangan spesifik pada bicara dan bahasa, otitis media serosa akut, sinusitis kronis, hipertrofi konka nasi, tinnitus, dan otitis eksterna. Kelompok dewasa mendominasi sebagian besar diagnosis, sedangkan gangguan perkembangan spesifik pada bicara dan bahasa paling banyak pada balita dan gangguan telinga luar pada lansia. Distribusi jenis kelamin relatif seimbang. Kelompok pelajar/mahasiswa, ibu rumah tangga, serta belum/tidak bekerja merupakan kategori pekerjaan terbesar, dengan domisili terbanyak berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar, serta tingkat pendidikan didominasi SMA/sederajat. Penelitian ini menggambarkan pola penyakit THT-KL dengan sepuluh diagnosis terbanyak, yang mayoritas terjadi pada kelompok usia dewasa. Distribusi penyakit bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, dan domisili, dengan balita dominan mengalami gangguan bicara–bahasa dan lansia lebih banyak mengalami tinnitus serta gangguan telinga luar. Mayoritas pasien berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar, sehingga temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai karakteristik epidemiologi pasien THT-KL di RSUDZA.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HOSPITALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISEASES CONTROL - PUBLIC HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>614.44</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707673</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 20:27:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 09:53:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>