Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERENCANAAN PENJADWALAN DENGAN METODE PDM PADA PROYEK REHABILITASI PRASARANA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Pengarang
RAYYAN RIZKI YANTAMA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mubarak - 197505062000121001 - Dosen Pembimbing I
Buraida - 196809211999032002 - Dosen Pembimbing II
Nurul Malahayati - 196911301998022001 - Penguji
Muhammad Jamil - 196501301991021001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2104101010142
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fak. Teknik Sipil., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
690
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penjadwalan proyek merupakan aspek penting dalam manajemen konstruksi karena
menentukan keberhasilan pencapaian waktu, biaya, dan mutu pekerjaan.
Perencanaan ini dilakukan pada proyek rehabilitasi prasarana Gedung Fakultas
Teknik Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, yang mengalami kebutuhan
perbaikan akibat faktor usia bangunan dan intensitas pemakaian. Permasalahan
utama yang dikaji adalah berapa lama waktu penyelesaian yang diperoleh apabila
dilakukan percepatan durasi sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif yang
realistis dalam pelaksanaan. Untuk itu, perencanaan ini menggunakan metode
Precedence Diagram Method (PDM) yang dipilih karena mampu menggambarkan
hubungan logis antar aktivitas dengan fleksibel. Perencanaan ini dilaksanakan
sebagai studi kasus dengan memanfaatkan dokumen kontrak berupa Rincian
pekerjaan dan Time Schedule. Analisis dilakukan dengan dua skenario, yaitu
penjadwalan normal yang menyelesaikan pekerjaan secara berurutan sesuai logika
ketergantungan, serta penjadwalan percepatan dengan metode fast tracking/overlap
yang memungkinkan aktivitas pada beberapa gedung dikerjakan secara paralel.
Hasil perencanaan menggunakan metode PDM menunjukkan bahwa penjadwalan
durasi normal dengan urutan pelaksanaan pada pekerjaan arsitektur yang dimulai
dari pekerjaan Blok C, setelah Blok C selesai dilanjutkan pekerjaan Blok B, dan
setelah Blok B selesai dilanjutkan pekerjaan Blok A sehingga menghasilkan total
durasi 300 hari. Setelah dilakukan percepatan, diperoleh dua alternatif, yaitu
percepatan alternatif 1 dengan cara mengoverlap dua Blok yaitu Blok B dan Blok
C pada pekerjaan arsitektur dan menghasilkan total durasi 243 hari dan percepatan
alternatif 2 dengan cara mengoverlap ketiga Blok yaitu Blok A, B dan C sehingga
menghasilkan total durasi 200 hari, lebih cepat 43 hari dari alternatif 1 dan 100 hari
dari jadwal normal. Perbedaan durasi dikarenakan oleh strategi pengaturan urutan
aktivitas dan hubungan antar pekerjaan.
Project scheduling is an essential aspect of construction management as it determines the success of achieving project objectives in terms of time, cost, and quality. This planning study was conducted on the rehabilitation project of the Faculty of Engineering facilities at Syiah Kuala University in Banda Aceh, which required improvement due to building age and usage intensity. The main issue examined is how much the project duration can be reduced through schedule acceleration, providing a realistic alternative for implementation. The Precedence Diagram Method (PDM) was employed because it effectively illustrates logical relationships between activities in a flexible manner. This study was carried out as a case study using contractual documents such as the Rincian pekerjaan and Time Schedule. The analysis was conducted under two scenarios: a normal schedule where activities are executed sequentially according to logical dependencies, and an accelerated schedule using fast tracking/overlap method where activities in several buildings are performed in parallel. The scheduling results using the PDM method indicate that the normal schedule, in which architectural works start from Block C, followed by Block B and then Block A, resulted in a total duration of 300 days. After applying acceleration, two alternatives were obtained: Alternative 1, which overlaps the architectural works of Blocks B and C, resulting in a total duration of 243 days; and Alternative 2, which overlaps the works of all three blocks (A, B, and C), producing a total duration of 200 days, 43 days faster than Alternative 1 and 100 days faster than the normal schedule. The difference in duration is due to the strategy of arranging the sequence of activities and the relationships between tasks.
PENERAPAN SISTEM PELAPORAN PROYEK SEBAGAI SUATU DASAR PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DAN REHABILITASI SEKOLAH PADA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ACEH UTARA (Husniah, 2024)
FAKTOR-FAKTOR PENERAPAN LEAN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH (Zulhelmi Andika, 2022)
PERENCANAAN PENJADWALAN DENGAN METODE PDM PADA PROYEK REHABILITASI PRASARANA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA (RAYYAN RIZKI YANTAMA, 2026)
PENJADWALAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA PROYEK GEDUNG BPJN TAHAP I BANDA ACEH (Mhd Andika Prakarsa, 2019)
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MUTU PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI PROVINSI ACEH MENURUT PERSEPSI PELAKSANA KONSTRUKSI (Rizki Aryanda, 2021)