<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707613">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT RISIKO STROKE BERDASARKAN STROKE RISK SCORE CARD PADA NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KAYLA MARITZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, dengan faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, dan merokok yang umum ditemukan pada kelompok nelayan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat risiko stroke dan distribusi faktor risikonya pada nelayan di PPS Kutaraja, Banda Aceh. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 109 orang nelayan yang dipilih melalui accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara serta pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah sewaktu, tinggi dan berat badan serta tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan Stroke Risk Score Card, responden berada pada kategori risiko tinggi sebesar 43,1%, risiko rendah 33,9%, dan risiko sedang 22,9%. Pada variabel tekanan darah, responden berada pada kategori prehipertensi sebesar 35,8%, hipertensi 34,9%, dan normal 29,4%. Responden yang tidak memiliki riwayat diabetes melitus sebanyak 86,2%, sementara 13,8% telah terdiagnosis. Seluruh responden tidak memiliki riwayat fibrilasi atrium (100%). Responden dengan kadar kolesterol total yang berada pada kategori normal sebesar 80,7%, borderline tinggi 16,5%, dan tinggi 2,8%. Perokok aktif sebanyak 83,5% dan tidak merokok 16,5%. Responden dengan indeks massa tubuh normal sebesar 40,4%, obesitas 35,8%, dan overweight 23,9%. Responden dengan tingkat aktivitas fisik pada kategori berat sebesar 70,6%, sedang 22%, dan rendah 7,3%. Responden yang tidak memiliki riwayat stroke keluarga sebesar 90,8% sementara 9,2% melaporkan adanya riwayat tersebut. Peningkatan tekanan darah, kebiasaan merokok, dan IMT yang tinggi pada responden diakibatkan oleh kondisi kerja berat, paparan lingkungan ekstrem, pola makan tidak teratur, stres dan kualitas tidur yang buruk mengganggu regulasi vaskular dan metabolisme tubuh. Kombinasi faktor biologis, gaya hidup, dan beban kerja ini mempercepat terjadinya disfungsi pembuluh darah dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STROKE (DISORDER) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707613</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-05 20:20:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 11:37:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>