<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707611">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KEBERMAKNAAN HIDUP MAHASISWA PENERIMA KIP KULIAH DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NITA FITRIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) memberi kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi. Namun, sebagian penerima belum sepenuhnya menyadari pentingnya kebermaknaan hidup meskipun telah menerima bantuan. Mahasiswa juga menghadapi tantangan akademik dan finansial seperti biaya hidup, tuntutan IPK minimum, serta kewajiban lulus tepat waktu. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk memahami nilai dan tujuan hidup yang bermakna agar tetap bertahan dan berprestasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kebermaknaan hidup mahasiswa penerima KIP Kuliah di Universitas Syiah Kuala. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 325 mahasiswa angkatan 2021, ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa skala kebermaknaan hidup berdasarkan teori Bastaman (2007) yang mencakup makna hidup, kebebasan berkehendak, dan kepuasan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebermaknaan hidup mahasiswa berada pada kategori tinggi (34%), sedang (33%), dan sangat tinggi (29%). Temuan ini dapat menjadi acuan bagi konselor dalam merancang layanan bimbingan dan konseling yang berfokus pada penguatan kebermaknaan hidup mahasiswa penerima KIP Kuliah.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kebermaknaan Hidup, Mahasiswa, KIP Kuliah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-05 20:17:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 09:13:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>