<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707585">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FAKTOR GENETIK DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN POLYCYSTIC OVARY SYNDROME DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Moehammad Fariss Arrachmann Rd</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin kompleks pada wanita usia reproduktif yang dipengaruhi oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan serta berhubungan dengan berbagai gangguan metabolik dan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor genetik dan lingkungan terhadap kejadian PCOS pada pasien di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain case–control. Sampel penelitian berjumlah 62 responden yang terdiri atas 31 pasien PCOS sebagai kelompok kasus dan 31 pasien non-PCOS sebagai kelompok kontrol, yang diambil dari pasien yang menjalani pengobatan di poliklinik obstetri dan ginekologi pada periode Juni 2024–Juni 2025. Faktor genetik yang diteliti meliputi usia menarche, riwayat keluarga PCOS, riwayat keluarga diabetes melitus, dan riwayat berat badan lahir rendah, sedangkan faktor lingkungan meliputi indeks massa tubuh, pola diet, dan gaya hidup sedentari. Analisis data dilakukan menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat signifikansi p &lt; 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh (p &lt; 0,001), riwayat keluarga PCOS (p &lt; 0,001), riwayat berat badan lahir rendah (p = 0,012), gaya hidup sedentari (p = 0,020), dan pola diet (p &lt; 0,001) dengan kejadian PCOS. Sebaliknya, usia menarche (p = 0,162) dan riwayat keluarga diabetes melitus (p = 0,103) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Simpulan penelitian ini adalah faktor lingkungan dan predisposisi genetik tertentu berperan penting dalam kejadian PCOS.&#13;
Kata kunci: indeks massa tubuh, faktor lingkungan, faktor genetik, PCOS.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>OVARIAN DISEASES - GYNECOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>618.11</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707585</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-05 14:32:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 11:11:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>