<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707553">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PREMATURITAS DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsadilla Amira Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikterus neonatorum merupakan kondisi yang sering dialami bayi baru lahir dan berpotensi menimbulkan komplikasi neurologis. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur memiliki fungsi hati yang belum matang sehingga diduga lebih berisiko mengalami hiperbilirubinemia. RSUDZA Banda Aceh belum memiliki data yang menunjukkan hubungan klasifikasi berat badan lahir rendah dan prematuritas dengan derajat ikterus neonatorum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan klasifikasi BBLR dan prematuritas dengan derajat ikterus neonatorum. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 44 rekam medis neonatus dengan BBLR dan prematuritas yang mengalami ikterus di RSUDZA Banda Aceh tahun 2024 yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan derajat ikterus terbanyak adalah derajat sedang (61,4%), klasifikasi berat badan lahir rendah terbanyak adalah kategori berat badan lahir rendah (BBLR) 1500-2499 gram (84,1%), dan prematuritas terbanyak adalah prematuritas sedang hingga lanjut (81,8%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa klasifikasi BBLR tidak berhubungan signifikan dengan derajat ikterus neonatorum (p = 0,191; r = -0,201). Hasil yang sama juga ditemukan pada klasifikasi prematuritas yang tidak  berhubungan  signifikan  dengan  derajat  ikterus neonatorum (p = 0,813; r = 0,037). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi BBLR dan prematuritas tidak berhubungan signifikan dengan derajat ikterus neonatorum pada populasi ini. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah, Ikterus Neonatorum, Prematuritas.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707553</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-04 12:46:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-05 10:37:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>