<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707517">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BERBASIS ANDROID UNTUK DETEKSI STRES MENGGUNAKAN FRAMEWORK FLUTTER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hafiz Armil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Komputer</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stres merupakan kondisi psikologis yang ditandai oleh ketegangan mental dan emosional yang dapat memengaruhi keseimbangan individu. Konsultasi dengan tenaga profesional menjadi salah satu cara penanganan stres, namun sering terkendala waktu, biaya, dan keengganan individu untuk mencari bantuan langsung. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pengembangan aplikasi mobile berbasis Android bernama S-Check, yang dirancang menggunakan framework Flutter untuk mendeteksi tingkat stres melalui citra wajah. Model yang digunakan adalah EfficientNet-B0 dalam format TensorFlow Lite (TFLite) agar aplikasi dapat beroperasi secara offline. Metode penelitian menerapkan HumanCentered Design (HCD) dengan pengujian menggunakan Black Box Testing dan System Usability Scale (SUS), serta validasi melalui kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Berdasarkan pengujian terhadap 12 responden, diperoleh tingkat kesesuaian antara hasil deteksi aplikasi dan DASS-42 sebesar 33,3%, dengan perbedaan hasil yang dipengaruhi oleh faktor pencahayaan, ekspresi wajah, posisi kamera, dan kondisi emosional saat pengambilan gambar. Aplikasi juga memperoleh skor 79 pada pengujian SUS, yang termasuk dalam kategori “Baik”, sehingga dinilai layak digunakan. Meskipun terdapat perbedaan hasil dengan DASS-42, S-Check tetap efektif sebagai alat bantu deteksi stres dini dan dapat meningkatkan kesadaran pengguna terhadap pentingnya kesehatan mental.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 17:36:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-05 10:48:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>