<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707479">
 <titleInfo>
  <title>KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR BERKELANJUTAN SEBAGAI PENGHELA EKONOMI BIRUDI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Denny Yacob</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelolaan sumber daya berkelanjutan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu modal penting dalam pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong ekonomi biru. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan pentingnya pengelolaan berkelanjutan dengan berlandaskan kearifan lokal sebagai penghela ekonomi biru. Menggunakan metode campuran (mixed method), penelitian dilakukan melalui studi kasus, wawancara, dan penyebaran angket kepada 74 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan empat kondisi utama yang mendasari pengelolaan berkelanjutan, yaitu: (1) berlakunya pantangan &#13;
dan mitos melaut sebagai bagian dari realitas sosial dan keagamaan; (2) eksistensi hukum adat laut yang mengatur pemanfaatan sumber daya pesisir; (3) peran pranata sosial lokal sebagai pedoman dalam aktivitas melaut; dan (4) status keberlanjutan perikanan tangkap yang menunjukkan empat dari lima dimensi keberlanjutan berada dalam kategori berkelanjutan, kecuali dimensi teknologi. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan konsep ekonomi biru bergantung pada sinergi antara konservasi lingkungan, inovasi teknologi, kebijakan pemberdayaan masyarakat, serta pelibatan aktif komunitas lokal dalam seluruh  tahapan pembangunan. Temuan ini memberikan rekomendasi agar kearifan lokal dijadikan sebagai dasar hukum yang disosialisasikan dan diimplement</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC DEVELOPMENT</topic>
 </subject>
 <classification>338.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707479</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 11:47:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 16:53:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>