<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707469">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KINERJA CRYPTOCURRENCY BITCOIN, EMAS, DAN SAHAM DI PASAR KEUANGAN INDONESIA DAN MALAYSIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja investasi antara cryptocurrency bitcoin, emas, dan saham di pasar keuangan Indonesia dan Malaysia. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa harga penutupan bulanan dari masing-masing instrumen investasi pada periode 1 Januari 2023 hingga 30 Juni 2025. Dari data tersebut, dihitung return bulanan yang digunakan sebagai dasar analisis kinerja. Sehingga total sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 data, yang diperoleh melalui teknik sampling jenuh. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Analisis kinerja investasi dilakukan menggunakan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen, sedangkan perbedaan kinerja antar instrumen diuji dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pasar Indonesia tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja Treynor dan Jensen antara Bitcoin, emas, dan saham LQ45, sementara kinerja Sharpe menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan peringkat rata-rata Kruskal-Wallis, bitcoin merupakan instrumen dengan kinerja terbaik pada ukuran Sharpe dan Treynor. Sementara itu, di pasar Malaysia terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja Sharpe dan Treynor, namun tidak pada kinerja Jensen. Bitcoin juga menjadi instrumen dengan kinerja terbaik pada seluruh ukuran kinerja di pasar Malaysia. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bitcoin memiliki potensi sebagai instrumen investasi dengan tingkat pengembalian yang optimal di kedua pasar. Namun demikian, mengingat karakteristik volatilitasnya yang tinggi, bitcoin lebih sesuai bagi investor dengan preferensi risiko tinggi (risk taker). Sementara bagi investor penghindar risiko (risk averter), instrumen seperti emas atau saham dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan stabil. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi investor dalam menentukan strategi diversifikasi portofolio lintas negara dan aset sesuai dengan tingkat toleransi risiko masing-masing.&#13;
Kata kunci:  Cryptocurrency Bitcoin, Emas, Saham, Kinerja investasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STOCK MARKET</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STOCKS EXCHANGES</topic>
 </subject>
 <classification>332.642</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 09:54:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 16:07:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>