<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707461">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN FUNGSI GINJAL DAN KADAR KALIUM PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG DENGAN PENURUNAN FRAKSI EJEKSI VENTRIKEL KIRI  YANG DITERAPI DENGAN PENYEKAT ENZIM ANGIOTENSIN DIBANDINGKAN PENYEKAT RESEPTOR ANGIOTENSIN NEPRYLISIN :</title>
  <subTitle>STUDI KOHORT PROSPEKTIF PADA POPULASI SUKU ACEH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iffah Munawarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan aktivitas Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (RAAS) umum terjadi pada gagal jantung. Oleh karena itu, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACEI) dan penghambat reseptor angiotensin–neprilysin (ARNI) menjadi komponen penting dalam pengobatan. Namun, penggunaan jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal dan keseimbangan kalium, yang berpotensi membatasi terapi. Penelitian ini menilai efek ACEI dan ARNI terhadap fungsi ginjal dan kadar kalium serum pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (HFrEF) di Indonesia, mengingat belum adanya penelitian lokal terkait hal ini. Studi kohort prospektif dilakukan di Banda Aceh dengan melibatkan 40 pasien yang menerima ACEI dan 40 pasien yang menerima ARNI sebagai terapi standar. Fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF), kadar kreatinin, dan kalium diukur pada awal dan setelah 3 bulan terapi. Tekanan darah dipantau setiap bulan. Uji independent t-test digunakan untuk membandingkan kedua kelompok. Baik kelompok ARNI maupun ACEI menunjukkan penurunan kreatinin yang signifikan (p &lt; 0.001). Perbedaan antar kelompok sebesar −0.11 mg/dL (p = 0.126), yang tidak bermakna secara statistik. Kadar kalium meningkat sedikit pada kedua kelompok, dengan perbedaan antar kelompok sebesar 0.082 mmol/L (p = 0.623), menunjukkan tidak ada perbedaan yang berarti. Baik ACEI maupun ARNI menunjukkan perbaikan kadar kreatinin setelah 3 bulan terapi, disertai peningkatan kalium yang ringan. Hasil fungsi ginjal tidak berbeda secara signifikan, sehingga ARNI tidak menunjukkan keunggulan dibandingkan ACEI dalam hal perlindungan ginjal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEART FAILURE - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.129</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707461</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 08:53:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 15:07:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>