<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707443">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KONSEP HEALTH BELIEF MODEL DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT CINDY ANANTA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, dengan kasus tertinggi pada wilayah kerja Puskesmas Meuraxa. Tingginya angka kejadian DBD berkaitan erat dengan perilaku masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan. Salah satu model yang dapat menjelaskan perilaku kesehatan masyarakat adalah Health Belief Model (HBM), yang menekankan pada persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak, dan ancaman dalam memengaruhi perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan konsep Health Belief Model dengan perilaku pencegahan DBD di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 107 responden kepala keluarga (KK) melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HBM dan kuesioner perilaku pencegahan DBD, dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank serta regresi logistik ordinal. Hasil bivariat menunjukkan bahwa variabel persepsi manfaat (rs = 0,262; p = 0,006), isyarat untuk bertindak (rs = 0,227; p = 0,019), dan persepsi keparahan (rs = –0,247; p = 0,010) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan DBD. Sedangkan persepsi kerentanan, ancaman, dan hambatan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p &gt; 0,1). Pada analisis multivariat, terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan pada taraf signifikansi 95%, yaitu persepsi manfaat (OR = 14,85; p = 0,029), isyarat untuk bertindak (OR = 10,32; p = 0,013), dan persepsi hambatan (OR = 4,00; p = 0,059), dengan persepsi manfaat sebagai variabel paling dominan. Disimpulkan bahwa persepsi manfaat, isyarat untuk bertindak, dan persepsi keparahan berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan DBD, didukung oleh kontribusi persepsi hambatan pada analisis multivariat. Penguatan promosi kesehatan berbasis manfaat tindakan, peningkatan isyarat untuk bertindak, serta pemahaman mengenai tingkat keparahan DBD diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian DBD.&#13;
Kata kunci : Health Belief Model, perilaku pencegahan DBD &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707443</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-31 17:33:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 09:32:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>