<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707397">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN LALAT BUAH (DIPTERA:</title>
  <subTitle>TEPHRITIDAE) PADA  TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) YANG DITANAM DENGAN KETINGGIAN TEMPAT BERBEDA DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Silva Arisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman cabai adalah salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman ini juga bernilai ekonomi yang tinggi dan dapat menyebabkan inflasi negara. Peningkatan produksi tanaman cabai tidak terlepas dari kendala yang sering dihadapi yaitu adanya gangguan hama tanaman, salah satunya yaitu lalat buah. Lalat buah (Diptera: Tephritidae) merupakan salah satu hama penting yang menyerang pada tanaman cabai. Tingkat populasi lalat buah dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya, kelembapan, musuh alami, tanaman inang, angin, serta ketinggian suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman lalat buah pada tanaman cabai yang ditanam dengan ketinggian tempat yang berbeda. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Mulia dan Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Identifikasi lalat buah dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian berlangsung sejak Juli sampai Agustus 2025. Pengambilan sampel lalat buah pada setiap lokasi dilakukan dengan metode diagonal yaitu dengan menetapkan 5 titik pemasangan perangkap lalat buah dengan jarak antar perangkap ±20 m. Pengambilan sampel lalat buah dilakukan sebanyak 9 kali, dengan interval waktu 2 hari. Peubah yang diamati meliputi identifikasi spesies lalat buah, kelimpahan individu lalat buah, kekayaan spesies lalat buah, indeks keanekaragaman (H’), indeks kemerataan (E), indeks dominansi (D), dan indeks kemiripan komunitas (IS) spesies lalat buah. Data penelitian yang meliputi kelimpahan individu, kekayaan spesies, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi spesies lalat buah antar ketinggian tempat berbeda dianalisis dengan uji F (anova), data yang menunjukkan perbedaan yang nyata pada uji F dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 0,05. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelimpahan individu lalat buah yang diperoleh pada tiga ketinggian tempat berbeda totalnya 627 individu, pada ketinggian tempat berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kelimpahan individu lalat buah, dimana pada ketinggian 400–500 mdpl (30,556) berbeda nyata dengan ketinggian 501–600 mdpl (23,333) dan 601–700 mdpl (15,778). Spesies lalat buah yang ditemukan yaitu ada lima, diantara B. dorsalis, B. carambolae, B. fuscitibia, B. umbrosa, dan B. occipitalis. Ketinggian tempat berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kekayaan spesies lalat buah, dimana pada ketinggian 400–500 mdpl (3,667) berbeda nyata dengan ketinggian 501–600 mdpl (2,889) dan 601–700 mdpl (2,333). Ketinggian tempat berbeda berpengaruh nyata terhadap indeks keanekaragaman spesies lalat buah, dimana pada ketinggian 400–500 mdpl (0,822) berbeda nyata dengan ketinggian 601–700 mdpl (0,602), tetapi tidak berbeda nyata dengan ketinggian 501–600 mdpl (0,723), tergolong dalam kriteria rendah (&lt; 1). Ketinggian tempat berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap indeks kemerataan spesies lalat buah, tergolong dalam kriteria tinggi (&gt; 0,6). Ketinggian tempat berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap indeks dominansi spesies lalat buah, tergolong dalam kriteria sedang (&gt; 0,5). Nilai indeks similaritas yang membandingkan setiap lokasi penelitian dengan ketinggian tempat berbeda tergolong dalam kriteria sangat tinggi yaitu 0,89 sampai 1,00 (mutlak).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIPTERA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FRUIT FLIES - AGRICULTURAL PESTS</topic>
 </subject>
 <classification>634.049 774</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707397</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-30 18:53:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-31 10:11:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>