UJI EKTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP HAMA PLUTELLA XYLOSTELLA L. DI LAPANGAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI EKTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP HAMA PLUTELLA XYLOSTELLA L. DI LAPANGAN


Pengarang

NURUL FADHILLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Sayuthi - 197211232003121001 - Dosen Pembimbing I
Sapdi - 196411151993031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105109010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

632.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hama Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae) merupakan salah satu jenis hama oligofag, yaitu hama yang hanya memakan beberapa jenis tanaman tertentu, dan sering kali menyerang tanaman dari keluarga kubis-kubisan (Cruciferae atau Brassicaceae). Larva dari hama ini dapat menyerang tanaman pada berbagai tahap pertumbuhannya, mulai dari bibit hingga tanaman dewasa. Serangan umumnya terjadi pada daun bagian bawah, dimana ulat ini memakan jaringan daun, meninggalkan tanda berupa lubang-lubang kecil yang tersebar. Gejala serangan sering kali terlihat jelas pada daun yang mulai menguning dan rusak, yang mengindikasikan adanya aktivitas hama tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun mimba (A. indica) yang efektif terhadap hama P. xylostella L.
Mimba (A. indica) dapat dijadikan pestisida nabati untuk mengendalikan P. xylostella karena mengandung senyawa aktif seperti azadirachtin, salannin, dan nimbin. Senyawa tersebut berfungsi sebagai penghambat makan, penghambat pertumbuhan, serta pengganggu reproduksi hama. Akibatnya, larva berhenti makan, gagal bermetamorfosis, dan jumlah telur yang menetas menurun. Selain itu, mimba juga bersifat repelen (menolak hama) dan ramah lingkungan karena mudah terurai serta aman bagi organisme bukan sasaran. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dimulai pada bulan November 2024 sampai dengan bulan Mei 2025, dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Peubah yang diamati meliputi gejala serangan Plutella xylostella, mortaslitas larva Plutella xylostella, persentase pupa yang terbentuk, persentase imago F1 yang muncul.
Hasil Penelitian mengenai efektivitas ekstrak daun mimba (A. indica) terhadap hama P. xylostella L. menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh terhadap tingkat serangan dan perkembangan hama. Gejala serangan mulai tampak 12 jam setelah infestasi dengan kerusakan paling parah pada tanaman kontrol, sedangkan tanaman yang diberi perlakuan mengalami kerusakan lebih ringan. Mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dimana pada konsentrasi 8% mencapai sekitar 95% pada hari ke-5 setelah aplikasi, sedangkan pada konsentrasi 6%, 4%, dan 2% masing-masing sebesar 66%, 50%, dan 31%, serta tidak ditemukan kematian pada kontrol. Persentase pembentukan pupa dan kemunculan imago F1 juga menurun seiring meningkatnya konsentrasi, dengan pembentukan pupa tertinggi pada kontrol (sekitar 95%) dan terendah pada konsentrasi 8%. Kemunculan imago F1 pada kontrol mencapai hampir 100%, sedangkan pada konsentrasi 8% hampir tidak ditemukan. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba mampu menekan perkembangan hama P. xylostella secara signifikan, terutama pada konsentrasi tertinggi.

Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae) is an oligophagous pest, meaning it feeds only on a few specific plant species, often affecting plants in the Cruciferae or Brassicaceae family. The larvae of this pest can attack plants at various stages of growth, from seedlings to mature plants. Attacks generally occur on the lower leaves, where the caterpillars feed on leaf tissue, leaving behind scattered small holes. Symptoms of attack are often clearly visible in the leaves, which begin to turn yellow and become damaged, indicating pest activity. This study aimed to determine the effective concentration of neem (A. indica) leaf extract against P. xylostella L. Neem (A. indica) can be used as a botanical pesticide to control P. xylostella because it contains active compounds such as azadirachtin, salannin, and nimbin. These compounds act as feeding and growth inhibitors, as well as disrupting the pest's reproductive system. As a result, larvae stop feeding, fail to metamorphose, and reduce the number of eggs that hatch. Furthermore, neem is repellent (repels pests) and environmentally friendly because it is easily biodegradable and safe for non-target organisms. This research was conducted at the Basic Plant Protection Laboratory and the Food and Agricultural Products Analysis Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The study began from November 2024 to May 2025, using a non-factorial completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications. Observed variables included Plutella xylostella attack symptoms, Plutella xylostella larval mortality, percentage of pupae formed, and percentage of F1 adult emergence. Research results on the effectiveness of neem (A. indica) leaf extract against P. xylostella L. showed that application of the extract at various concentrations affected the level of attack and pest development. Symptoms began to appear 12 hours after infestation, with the most severe damage occurring in control plants, while treated plants experienced less damage. Larval mortality increased with increasing extract concentration, reaching approximately 95% at 8% concentration on the 5th day after application, while at 6%, 4%, and 2% concentrations it was 66%, 50%, and 31%, respectively, and no mortality was found in the control. The percentage of pupal formation and F1 imago emergence also decreased with increasing concentration, with the highest pupal formation in the control (approximately 95%) and the lowest at 8% concentration. The emergence of F1 imago in the control reached almost 100%, while at 8% concentration it was almost nonexistent. These results indicate that neem leaf extract is able to significantly suppress the development of P. xylostella pests, especially at the highest concentration.

Citation



    SERVICES DESK