<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707351">
 <titleInfo>
  <title>PERSPEKTIF STAKEHOLDERS TERHADAP PROGRAM NASIONAL SKRINING KANKER SERVIKS DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febrina Yolanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia telah menetapkan target untuk mempercepat eliminasi kanker serviks&#13;
melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks 2023–2030. Namun, hingga saat ini, belum ditemukan kajian yang secara khusus mengeksplorasi&#13;
perspektif stakeholder terkait pelaksanaan program nasional skrining kanker serviks&#13;
di Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara kualitatif mengenai&#13;
perspektif stakeholder terhadap keberhasilan program nasional skrining kanker&#13;
serviks di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif&#13;
dengan pendekatan studi kasus melalui in-depth interview pada Juli–Agustus 2025 di&#13;
Dinas Kesehatan Banda Aceh, 5 puskesmas, Yayasan Kanker Indonesia, dan Female&#13;
Cancer Program, dengan teknik sampel jenuh yang mencakup kepala dinas, kepala&#13;
puskesmas, penanggung jawab IVA, pengelola YKI/FCP, serta wanita usia&#13;
reproduksi yang telah menjalani skrining. Analisis tematik mengidentifikasi 5 tema&#13;
utama: (1) pengetahuan komunitas cukup baik berkat edukasi posyandu, kelas ibu&#13;
hamil, dan PKK, namun masih terdapat miskonsepsi etiologi serta keterbatasan&#13;
pemahaman Pap smear dan HPV DNA; (2) hambatan psikologis—rasa malu, ketidaknyamanan posisi pemeriksaan, dan kecemasan hasil—tetap dominan, sementara dukungan pasangan berfungsi sebagai pendorong; (3) seluruh puskesmas&#13;
menyediakan layanan aktif termasuk jemput bola, tetapi kapasitas ruang, sarana&#13;
lapangan, dan frekuensi layanan luar gedung belum merata; (4) pembiayaan jarang&#13;
menjadi hambatan melalui layanan gratis atau JKN, namun keberlanjutan dukungan&#13;
transportasi dan logistik perlu dijamin; (5) kombinasi komunikasi tatap muka dan&#13;
media digital efektif, meski adopsi digital belum seragam. Kesimpulannya, implementasi skrining di Banda Aceh telah berjalan dengan dukungan akses dan&#13;
kolaborasi, namun keberhasilan masih terhambat faktor psikologis, keterbatasan&#13;
kapasitas, dan adopsi digital yang tidak merata. Kata kunci: skrining kanker serviks, Rencana Aksi Nasional, Banda Aceh, stakeholder, perspektif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CERVIX DISEASES - GYNECOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>618.14</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-30 04:07:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-30 09:38:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>