EVALUASI FAKTOR - FAKTOR PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PRODUKSI USAHA TANI HORTIKULTURA DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI FAKTOR - FAKTOR PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PRODUKSI USAHA TANI HORTIKULTURA DI ACEH


Pengarang

Amanda Nidzi Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ahmad Humam Hamid - 195603311984031001 - Dosen Pembimbing I
Rahmaddiansyah - 198201212006041003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

635

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sektor hortikultura berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Aceh. Komoditas cabai merah dan bawang merah menjadi dua hasil pertanian unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun rentan terhadap berbagai bentuk risiko, seperti serangan hama penyakit dan perubahan kondisi iklim. Situasi tersebut berdampak pada ketidakstabilan produksi, sehingga diperlukan penerapan manajemen risiko yang tepat agar petani mampu mengantisipasi serta meminimalkan kemungkinan kerugian dalam menjalankan kegiatan usahatani.
Penelitian ini dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah yang dipilih secara sengaja (purposive) karena mewakili daerah sentra produksi hortikultura di Aceh. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2024 hingga Februari 2025 dengan melibatkan 200 responden petani yang ditentukan menggunakan teknik quota sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan meneliti lima variabel utama, yaitu keunggulan relatif, kompleksitas, keamanan, kesiapan dan tekanan kompetitif petani dalam penerapan manajemen risiko produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keunggulan relatif, kompleksitas, keamanan, dan tekanan kompetitif petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan manajemen risiko produksi, sedangkan kesiapan berpengaruh negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi manfaat dan kesiapan yang dirasakan oleh petani, maka semakin besar pula tingkat penerapan manajemen risiko dalam kegiatan usahatani hortikultura. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan pertanian yang adaptif sekaligus mendorong peningkatan kapasitas petani dalam mengelola risiko secara mandiri dan berkelanjutan.

The horticultural sector plays a crucial role in driving regional economic growth and improving the welfare of farmers in Aceh Province. Red chilies and shallots are two leading agricultural commodities with high economic value, yet they are vulnerable to various risks, such as pest and disease attacks and changing climate conditions. This situation impacts production instability, necessitating the implementation of appropriate risk management so that farmers can anticipate and minimize potential losses in their farming activities. This research was conducted in four districts: Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, and Central Aceh, which were purposively selected to represent horticultural production centers in Aceh. Data collection was conducted from August 2024 to February 2025, involving 200 farmer respondents selected using quota sampling. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method, examining five main variables: relative advantage, complexity, security, readiness, and competitive pressures of farmers in implementing production risk management. The results of the study indicate that the variables of relative advantage, complexity, security, and competitive pressure among farmers have a positive and significant effect on the implementation of production risk management, while readiness has a negative effect. This indicates that the greater the perceived benefits and readiness of farmers, the greater the level of risk management implementation in horticultural farming activities. These findings are expected to serve as a reference for local governments in formulating adaptive agricultural policies while encouraging increased farmer capacity in managing risks independently and sustainably.

Citation



    SERVICES DESK