<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707339">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI FAKTOR - FAKTOR PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PRODUKSI USAHA TANI HORTIKULTURA DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amanda Nidzi Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sektor hortikultura berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Aceh. Komoditas cabai merah dan bawang merah menjadi dua hasil pertanian unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun rentan terhadap berbagai bentuk risiko, seperti serangan hama penyakit dan perubahan kondisi iklim. Situasi tersebut berdampak pada ketidakstabilan produksi, sehingga diperlukan penerapan manajemen risiko yang tepat agar petani mampu mengantisipasi serta meminimalkan kemungkinan kerugian dalam menjalankan kegiatan usahatani.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah yang dipilih secara sengaja (purposive) karena mewakili daerah sentra produksi hortikultura di Aceh. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2024 hingga Februari 2025 dengan melibatkan 200 responden petani yang ditentukan menggunakan teknik quota sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan meneliti lima variabel utama, yaitu keunggulan relatif, kompleksitas, keamanan, kesiapan dan tekanan kompetitif petani dalam penerapan manajemen risiko produksi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keunggulan relatif, kompleksitas, keamanan, dan tekanan kompetitif petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan manajemen risiko produksi, sedangkan kesiapan berpengaruh negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi manfaat dan kesiapan yang dirasakan oleh petani, maka semakin besar pula tingkat penerapan manajemen risiko dalam kegiatan usahatani hortikultura. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan pertanian yang adaptif sekaligus mendorong peningkatan kapasitas petani dalam mengelola risiko secara mandiri dan berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HORTICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL COMMODITIES</topic>
 </subject>
 <classification>635</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707339</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-29 14:55:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-29 15:20:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>