<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707243">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KELAINAN REFRAKSI DENGAN FUNGSI STEREOPSIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2022</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Furqan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan yang dapat menurunkan ketajaman visual dan memengaruhi fungsi stereopsis atau persepsi kedalaman. Fungsi stereopsis memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari, terutama yang memerlukan koordinasi visual tiga dimensi. Mahasiswa kedokteran termasuk kelompok berisiko tinggi karena memiliki beban visual tinggi akibat aktivitas membaca, menulis, dan penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kelainan refraksi dengan fungsi stereopsis pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara primer melalui pemeriksaan ketajaman penglihatan menggunakan Snellen chart, pemeriksaan refraksi dengan trial lens, dan pemeriksaan fungsi stereopsis menggunakan TNO Stereo Test. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 115 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kelainan refraksi derajat ringan (73%), diikuti derajat sedang (23,5%) dan berat (3,5%). Fungsi stereopsis sebagian besar berada pada kategori sedang (66,1%), diikuti buruk (27,8%) dan normal (6,1%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif kuat dan signifikan antara tingkat kelainan refraksi dengan fungsi stereopsis (p &lt; 0,001; rₛ = 0,652). Artinya, semakin tinggi derajat kelainan refraksi, semakin buruk fungsi stereopsis yang dimiliki. Kesimpulannya, terdapat hubungan bermakna antara tingkat kelainan refraksi dengan fungsi stereopsis pada mahasiswa kedokteran, sehingga pemeriksaan stereopsis perlu dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan refraksi rutin untuk mendeteksi gangguan persepsi kedalaman sejak dini, khususnya pada individu dengan beban visual tinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707243</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 20:34:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-29 09:14:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>