Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN DERMATITIS ATOPIK DEWASA DENGAN TRANSEPIDERMAL WATER LOSS (TEWL) DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2025
Pengarang
Zahwa Nabila - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Fitria - 197901272006042003 - Dosen Pembimbing I
Rovy Pratama - 199212192019031011 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2207101010211
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit inflamasi kulit kronik residif yang ditandai dengan pruritus hebat, lesi kulit khas, serta gangguan fungsi barier kulit. Salah satu parameter objektif untuk menilai integritas barier kulit adalah transepidermal water loss (TEWL). Peningkatan nilai TEWL mencerminkan kerusakan barier kulit yang berkaitan dengan derajat keparahan DA. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat keparahan dermatitis atopik dengan nilai TEWL pada pasien dewasa. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dilaksanakan di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUDZA Banda Aceh tahun 2025. Subjek penelitian adalah 32 pasien dewasa dengan diagnosis dermatitis atopik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Derajat keparahan dinilai dengan skor SCORAD, sedangkan fungsi barier kulit dinilai melalui pengukuran TEWL menggunakan Tewameter. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (71,9%) dan berada pada kelompok usia dewasa muda (65,6%). Derajat keparahan dermatitis atopik terbanyak berada pada kategori ringan (65,6%), diikuti sedang (21,9%), dan berat (9,4%). Rerata skor SCORAD adalah 11,40. Nilai rata-rata TEWL pada area lesi sebesar 16,30 g/m²/jam, lebih tinggi dibandingkan area non-lesi sebesar 9,71 g/m²/jam. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor SCORAD dan nilai TEWL area lesi (r = 0,231; p = 0,202). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ditemukan hubungan bermakna antara derajat keparahan dermatitis atopik berdasarkan skor SCORAD dengan nilai TEWL. Namun demikian, peningkatan TEWL tetap menggambarkan adanya gangguan sawar kulit, baik pada area lesi maupun non-lesi. Hasil ini menegaskan bahwa penilaian fungsi barier kulit melalui TEWL dapat menjadi indikator tambahan dalam memahami patofisiologi dermatitis atopik.
Atopic dermatitis (AD) is a chronic, recurrent inflammatory skin disease characterized by pruritus, skin lesions, and impaired skin barrier function. Transepidermal water loss (TEWL) is an objective parameter to evaluate skin barrier integrity, in which increased TEWL values reflect barrier disruption related to AD severity. This study aimed to analyze the relationship between AD severity and TEWL in adult patients. This research used a cross-sectional design and was conducted at the Dermatology and Venereology Polyclinic of RSUDZA Banda Aceh in 2025. A total of 32 adult patients diagnosed with AD who met the inclusion and exclusion criteria were included. The severity of AD was assessed using the SCORAD index, while skin barrier function was measured using TEWL values obtained with a Tewameter. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Spearman correlation test. The results showed that most respondents were female (71.9%) and belonged to the young adult age group (65.6%). Mild AD severity was the most common category (65.6%), followed by moderate (21.9%) and severe (9.4%). The mean SCORAD score was 11.40. The mean TEWL value in lesion areas was 16.30 g/m²/h, higher than in non-lesion areas (9.71 g/m²/h). The Spearman test demonstrated no significant correlation between the SCORAD score and TEWL in lesion areas (r = 0.231; p = 0.202). In conclusion, there was no significant relationship between AD severity and TEWL. However, elevated TEWL values still indicate skin barrier impairment in both lesion and non-lesion areas. TEWL assessment may serve as an additional indicator to support the understanding of skin barrier dysfunction in AD.
GAMBARAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA KULIT PASIEN PENDERITA DERMATITIS ATOPIK (PUTI AISYAH, 2023)
HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DERMATITIS ATOPIKRNHUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DERMATITIS ATOPIK (Putri Hartati, 2015)
HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN PHOTOAGING DENGAN NILAI TRANS EPIDERMAL WATER LOSS (TEWL) DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN (RSUDZA) BANDA ACEH (Rani Salsabila Efendi, 2022)
HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DERMATITIS ATOPIK (Putri Hartati, 2023)
HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN GEJALA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DERMATITIS SEBOROIK DI RSUDZA BANDA ACEH (ERWIN BASTIAN, 2017)