<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707215">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA 1 DALAM CAIRAN KURASAN BRONKOALVEOLAR PADA PASIEN KANKER PARU, CURIGA KANKER PARU, DAN BUKAN KANKER PARU DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart> Muhammad Khairul Afif</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di dunia dan sering terdiagnosis pada stadium lanjut. Transforming Growth Factor Beta 1 (TGF-β1) diketahui berperan dalam karsinogenesis dan berpotensi menjadi biomarker diagnostik. Cairan kurasan bronkoalveolar (BALF) merupakan media yang representatif untuk menilai biomarker terkait mikroenvironment tumor.&#13;
Tujuan: Menilai kadar TGF-β1 dalam cairan BALF pada pasien kanker paru, curiga kanker paru, dan bukan kanker paru, serta menentukan nilai cut-off TGF-β1 sebagai biomarker diagnostik.&#13;
Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sampel cairan BALF diperoleh melalui bronkoskopi dari pasien dengan diagnosis kanker paru, curiga kanker paru, dan bukan kanker paru. Kadar TGF-β1 diukur menggunakan metode ELISA. Analisis statistik dilakukan untuk menentukan nilai cut-off, sensitivitas, spesifisitas, serta nilai prediktif positif (PPV) dan negatif (NPV).&#13;
Hasil: Nilai cut-off TGF-β1 ditetapkan pada 105,63 pg/mL. Sensitivitas tercatat sebesar 67,44% dan spesifisitas 61,90%. PPV tinggi yaitu 78,38% menunjukkan bahwa peningkatan kadar TGF-β1 berhubungan erat dengan kemungkinan keganasan. Namun, NPV rendah (48,15%) membatasi penggunaan TGF-β1 sebagai uji penyingkiran kanker paru.&#13;
Kesimpulan: Kadar TGF-β1 dalam BALF menunjukkan potensi sebagai biomarker diagnostik kanker paru dengan performa moderat. TGF-β1 dapat digunakan sebagai uji tambahan (“rule-in test”) untuk memperkuat kecurigaan klinis, namun tidak cukup andal sebagai uji tunggal. Kombinasi dengan biomarker lain atau panel diagnostik multiparameter disarankan untuk meningkatkan akurasi.&#13;
Kata Kunci: TGF-β1, kanker paru, bronkoalveolar lavage, biomarker</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LUNG CANCER - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707215</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 13:23:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 17:14:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>