ACEH PUNGOE KUPIE (PENGARUH MCDONALDISASI WARUNG KOPI TERHADAP GAYA HIDUP NGOPI DI BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ACEH PUNGOE KUPIE (PENGARUH MCDONALDISASI WARUNG KOPI TERHADAP GAYA HIDUP NGOPI DI BANDA ACEH)


Pengarang

Ridho Zaid Iskandar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910101010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Warung kopi telah menjadi bagian gaya hidup kaum muda. Pasca tsunami, warung kopi di Banda Aceh mengalami perubahan, Warung kopi di Banda Aceh merupakan salah satu ruang publik, beragam interaksi sosial terjadi di warung kopi, yang dilakukan oleh sebagian individu maupun kelompok. Sebelumnya warung kopi hanya berkonsep sederhana. Berkembangnya warung kopi modern menjamur setelah tsunami, meningkatkan gaya hidup terhadap kaum muda. Aceh Pungoe Kupie (bahasa Aceh) atau Aceh Gila Kopi dalam pengertian ini bukan bermakna masyarakat Aceh gila terhadap kopi, Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sarana konsumsi yang berdampak pada gaya hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana yang menjadi informan diperoleh dengan metode purposive sampling. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori Mcdonaldisasi George Ritzer dan teori simulacrum Jean Baudrillard. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi, serta selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah perilaku konsumsi kaum muda yang di pengaruhi 4 konsep dari teori Mcdonaldisasi di Kota Banda Aceh. Munculnya coffee shop seperti warung kopi yang terintegrasi sarana konsumsi baru. Karena semula konsumen mengunjungi kedai kopi “guna” mendapatkan secangkir kopi. Akan tetapi dengan munculnya warkop modern telah bergeser ke arah kepentingan lain. Warung kopi kini tidak hanya menawarkan kopi sebagai produk utamanya, akan tetapi secara tidak langsung juga memberikan suatu “makna” bagi konsumennya yakni sebuah aktivitas konsumsi yang eksklusif yang meciptakan gaya hidup.

Kata kunci : Mcdonaldisasi, sarana konsumsi baru, gaya hidup, warung kopi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK