MEMBANGUN EMPATI PADA MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK MELALUI HOME VISIT DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MEMBANGUN EMPATI PADA MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK MELALUI HOME VISIT DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

ANNISA RAHMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rosaria Indah - 197407142005012001 - Dosen Pembimbing I
Budi Yanti - 198109292015042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010144

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

152.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Empati merupakan kompetensi penting dalam praktik kedokteran karena berpengaruh terhadap kualitas hubungan dokter-pasien dan keberhasilan terapi. Namun, pengembangan empati pada mahasiswa kepaniteraan klinik masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi internal mahasiswa, kondisi pasien, dan kondisi lingkungan tempat pasien tinggal berperan dalam proses membangun empati melalui kegiatan home visit. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, melibatkan 12 mahasiswa kepaniteraan klinik pada stase Family Medicine, serta observasi terhadap dua kegiatan home visit. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi internal mahasiswa, seperti kondisi fisik-psikis dan tekanan akademik, menjadi dasar terbentuknya empati, namun tidak menghambat munculnya empati selama interaksi langsung dengan pasien; (2) kondisi pasien, termasuk kondisi medis pasien, keterbukaan, sikap kooperatif, usia, dan kondisi sosial-ekonomi, sangat memengaruhi kedalaman empati mahasiswa; dan (3) kondisi lingkungan tempat pasien berada memberikan konteks penting yang membantu mahasiswa memahami tantangan non-medis yang memengaruhi kesehatan pasien. Secara keseluruhan, home visit terbukti menjadi sarana efektif untuk membangun empati karena memberikan pengalaman langsung dan pemahaman holistik mengenai kehidupan pasien. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum yang lebih berfokus pada pengalaman kontekstual dalam pendidikan kedokteran.
Kata kunci: empati, mahasiswa kepaniteraan klinik, home visit, pendidikan kedokteran, etnografi.

Empathy is a crucial competency in medical practice, influencing the doctor- patient relationship and therapeutic outcomes. However, fostering empathy in clinical clerkship students remains a challenge in medical education. This study aims to explore how internal conditions of students, patient-related factors, and the surrounding environment contribute to the development of empathy during home visit activities. This qualitative research employed an ethnographic approach involving 12 clinical clerkship students in the Family Medicine rotation, along with observations of two home visits. Data were obtained through semi-structured interviews and participatory observations, then analyzed using thematic analysis. The findings indicate that (1) students’ internal conditions including physical psychological state and academic pressure form the foundation of empathy but do not hinder its expression during direct interaction with patients; (2) patient-related conditions, such as patient’s medical condition, openness, cooperativeness, age, and socioeconomic status, strongly influence the depth of empathy that emerges; and (3) the patient's living environment provides essential context that helps students understand non-medical factors affecting the patient’s health. Overall, home visits proved to be an effective method for cultivating empathy by providing real-life exposure and holistic insight into patients’ lives. These findings are expected to support the enhancement of medical education curricula, particularly those emphasizing contextual and experiential learning. Keywords: empathy, clinical clerkship students, home visit, medical education, ethnography.

Citation



    SERVICES DESK