<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707091">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BERDASARKAN RNKADAR ABU PADA TEPUNG TERIGU SEGITIGA BIRU RNDENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODES, RNEFFECTS, AND CRITICALITY ANALYSIS (FMECA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT ALIFAH ZAHRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia memiliki banyak sumber daya alam dan manusia, dimana dalam &#13;
peningkatan kualitas hal tersebut menjadi penting yang harus dikendalikan secara &#13;
optimal, terutama pada industri pangan yang memiliki titik kritis rentan &#13;
kontaminasi sehingga membutuhkan sistem pengendalian kualitas yang &#13;
terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas &#13;
kadar abu pada tepung terigu brand Segitiga Biru di PT Indofood Sukses Makmur &#13;
Divisi Bogasari Flour Mills dengan menggunakan metode Failure Modes, Effects, &#13;
and Criticality Analysis (FMECA). Parameter kadar abu dipilih sebagai indikator &#13;
kualitas karena berpengaruh terhadap warna, tekstur, dan keamanan produk. &#13;
Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi langsung, &#13;
wawancara, serta pengumpulan data primer dan sekunder terkait proses produksi. &#13;
Tahapan analisis mencakup identifikasi sistem produksi, analisis Failure Modes, &#13;
analisis Effect, perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN), analisis Criticality &#13;
kadar kehalusan abu dan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
terdapat beberapa titik kritis dalam proses produksi yang memengaruhi kadar abu &#13;
tertinggi yaitu pada proses first cleaning, second cleaning dan milling dengan nilai &#13;
RPN 729 merupakan nilai tertinggi sehingga mengindikasikan prioritas perbaikan &#13;
pada komponen tertentu. Analisis criticality index mengidentifikasi bagian proses &#13;
yang memiliki tingkat risiko paling tinggi terhadap kualitas produk, dimana &#13;
terdapat pada nilai 4,05 di proses milling. Oleh karena itu, berdasarkan penelitian &#13;
yang telah dilakukan, diusulkan perbaikan berupa peningkatan prosedur &#13;
operasional, modifikasi proses produksi, serta penguatan sistem pemantauan dan &#13;
inspeksi berkala untuk menjaga kadar abu tetap sesuai standar mutu menggunakan &#13;
metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk memaksimalkan aspek lain &#13;
selain proses produksi. &#13;
Kata Kunci:  Pengendalian kualitas, kadar abu, tepung terigu Segitiga Biru, &#13;
FMECA, Criticality Index.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707091</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 14:35:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 14:51:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>