<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707067">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS AIR TANAH DI SEKITAR WILAYAH TPA ALUE LIM, LHOKSEUMAWE, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHANNA HARIRI ADRIAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada daerah penelitian Alue lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dengan koordinat 97°7’6.229” – 97°7’6.218” BT dan 5°8’22.049” - 5°5’39.314”LU terdapat tempat pembuangan akhir (TPA) pada bagian barat daerah penelitian. Kandungan lindi dari TPA memiliki kandungan pencemaran yang tinggi. Oleh sebab itu dilakukannya penelitian air tanah untuk mengetahui kualitas air tanah disekitar TPA di daerah tersebut. Hasil penelitian dari tugas akhir ini untuk mengetahui kondisi geologi pada daerah penelitian, untuk mengetahui kualitas dari air tanah yang didasarkan pada sifat kimia dan sifat fisik air tanah pada daerah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi karakteristik geologi daerah penelitian, mencakup persebaran litologi serta bentuk bentang alam, kemudian mengidentifikasi kondisi hidrogeologi daerah penelitian meliputi kedalaman muka air tanah dan pola aliran air tanah, dan mengidentifikasi kualitas air tanah yang terdapat pada daerah penelitian berdasarkan sifat fisik dan kimia air tanah pada daerah penelitian. Pada penelitian ini terdapat 2 metode utama yang digunakan, yaitu metode pemetaan geologi dan analisis kualitas air tanah dengan mengamati muka air tanah (MAT) kemudian dilakukan pengujian sifat kimia air tanah hingga diinterpretasikan kedalam diagram piper dan diagram stiff. Pada metode pemetaan geologi terdiri atas pengambilan data titik koordinat singkapan, dokumentasi, deskripsi batuan, pengambilan sampel batuan, dan pengukuran struktur geologi seperti strike dan dip. Adapun hasil dari pemetaan geologi didapatkan Satuan Batupasir Julurayeu (QTjr), Satuan Batupasir Idi (Qpi), Satuan Konglomerat Idi (Qpi), dan Endapan Alluvium (Qh). Kondisi Geomorfologi daerah penelitian dibedakan menjadi 3 Satuan Geomorfologi yaitu Satuan Bentang Alam Denudasional (D1 &amp; D5), Satuan Bentang Alam Fluvial (F1 &amp; F5), dan Satuan Bentang Alam Marine (M3). Sedangkan pada metode analisis kualitas air tanah terdiri dari analisis fisik terhadap pengukuran suhu yang memiliki nilai 23⁰C - 24⁰C, Potential Hydrogen (Ph) memiliki nilai 6 – 7,3⁰ C dengan hasil sedikit asam – normal, warna, bau, rasa, kekeruhan, Total Dissolved Solids (TDS) memiliki kategori nilai sedang – sangat bagus, dan Daya Hantar Listrik (DHL) memiliki kategori nilai rendah – sedang yang masi layak dan aman untuk di konsumsi. Pada pengujian analisis kimia dilakukan beberapa pengujian terhadap senyawa kimia yang menghasilkan hasil uji berupa Sulfat (SO₄²⁻) bernilai 0,01 – 250 mg/l, Karbonat (CO₃²⁻) bernilai 48 – 120 mg/l, Kalsium (Ca²⁺) bernilai 43 – 92 mg/l, Bikarbonat (HCO3⁻) bernilai 48 – 561 mg/l, Magnesium (Mg2⁺) 3 – 32 mg/l, Kalium (K⁺) 5 – 79 mg/l, Klorida (Cl⁻) bernilai 11,33 – 23,25, Natrium (Na⁺) bernilai 21 – 28 mg/l. Selanjutnya hasil analisis kimia diinterpretasikan kedalam diagram stiff dan piper untuk menentukan tipe dan kualitas air tanah yang ada pada daerah penelitian. Kode sumur SAT 11 menghasilkan tipe Magnesium Bikarbonat, SAT 12 menghasilkan tipe campuran, dan SAT 24 menghasilkan tipe Natrium Klorida. Berdasarkan hasil uji kualitas air tanah berupa fisik dan kimia, maka nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas air tanah di daerah penelitian masih termasuk dalam kategori aman dan layak untuk dikomsumsi dan digunakan dalam kebutuhan sehari – hari walaupun terdapat nilai ion yang tinggi.&#13;
Kata Kunci: Pemetaan Geologi, Kualitas Air Tanah, Sifat Fisik Air Tanah, Sifat Kimia Air Tanah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GROUND SURVEYING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEOLOGY SURVEY - ACEH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEOLOGY PROSPECTING</topic>
 </subject>
 <classification>622.12</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707067</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-20 19:43:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 10:13:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>