<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707059">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA WILAYAH DENGAN PENDAPATAN PER KAPITA TINGGI DAN RENDAH DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aqil Amir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi yang adekuat. Kabupaten Aceh Besar memiliki variasi tingkat pendapatan per kapita antar wilayah yang dapat berpengaruh terhadap status gizi anak dan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan angka kejadian stunting antara daerah dengan pendapatan per kapita tinggi dan rendah di Kabupaten Aceh Besar, serta menilai hubungan antara faktor-faktor risiko seperti berat badan lahir rendah (BBLR), anemia pada ibu hamil, kelengkapan kunjungan Antenatal Care (ANC), dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan komparatif, menggunakan data sekunder dari empat kecamatan, dua dengan pendapatan per kapita tinggi dan dua dengan pendapatan per kapita rendah. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Sukamakmur (17,56%) dan terendah di Kecamatan Leupung (5,50%). Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan stunting di Kecamatan Leupung (p = 0,003; r = –0,950), kunjungan ANC dan stunting di Kecamatan Sukamakmur (p = 0,001; r = 0,702), serta anemia ibu dan stunting di Kecamatan Sukamakmur (p = 0,001; r = 0,636). Sementara itu, faktor BBLR tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada seluruh kecamatan (p &gt; 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan angka kejadian stunting antara wilayah dengan tingkat pendapatan per kapita tinggi dan rendah di Kabupaten Aceh Besar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Stunting, Pendapatan Per Kapita, Anemia Ibu Hamil, Kunjungan ANC, Sanitasi Lingkungan, Kabupaten Aceh Besar.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MALNUTRITION - HUMANS - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.593 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707059</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-20 16:46:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 10:26:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>