<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707049">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL DI KECAMATAN SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ridwan Hafidz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kontrasepsi hormonal merupakan metode yang banyak digunakan di Indonesia dan diketahui dapat menimbulkan gangguan menstruasi, termasuk perdarahan uterus abnormal (PUA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian PUA pada akseptor kontrasepsi di Kecamatan Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder rekam medis di Puskesmas Jeulingke dan Puskesmas Kopelma Darussalam tahun 2024. Sebanyak 215 akseptor kontrasepsi diikutsertakan dalam penelitian ini dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 215 akseptor, sebanyak 159 (74%) menggunakan kontrasepsi hormonal dan 56 (26%) menggunakan kontrasepsi non-hormonal. Sebanyak 54 akseptor (25%) mengalami PUA, dengan mayoritas (90%) terjadi pada pengguna kontrasepsi hormonal, terutama suntik DMPA 150 mg. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kontrasepsi hormonal dan kejadian PUA (p = 0,001). Nilai odds ratio sebesar 4,54 dan CI 95%:1,708 – 12,083 menunjukkan bahwa pengguna kontrasepsi hormonal memiliki peluang lebih dari empat kali mengalami PUA dibandingkan pengguna non-hormonal. Kesimpulannya, penggunaan kontrasepsi hormonal berhubungan signifikan dengan kejadian PUA pada akseptor kontrasepsi di Kecamatan Syiah Kuala.&#13;
Kata Kunci: akseptor kontrasepsi, kontrasepsi hormonal, perdarahan uterus abnormal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BIRTH CONTROL - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONTRACEPTION</topic>
 </subject>
 <classification>613.94</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 22:51:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 11:13:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>