IDENTIFIKASI LOGAM BERAT DALAM SERUM DARAH PENDERITA JANTUNG KORONER DI DIVISI KARDIOLOGI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN MENGGUNAKAN X-RAY FLUORESCENCE SPECTROSCOPY (XRF) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI LOGAM BERAT DALAM SERUM DARAH PENDERITA JANTUNG KORONER DI DIVISI KARDIOLOGI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN MENGGUNAKAN X-RAY FLUORESCENCE SPECTROSCOPY (XRF)


Pengarang

SITI NURSALEHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairan - 197506222005011001 - Dosen Pembimbing I
Muliadi Ramli - 197303011998021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2108109010043

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S1)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global yang berkaitan erat dengan stres oksidatif, inflamasi, serta ketidakseimbangan logam esensial dan non-esensial dalam tubuh. Ketidakteraturan kadar mineral seperti besi (Fe), seng (Zn), dan tembaga (Cu) dapat mengganggu mekanisme antioksidan, sementara paparan logam non-esensial seperti silikon (Si), aluminium (Al), dan nikel (Ni) berpotensi memengaruhi stabilitas metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan konsentrasi elemen pada residu darah dan serum pasien PJK dibandingkan individu sehat menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Delapan sampel terdiri dari lima pasien PJK dan tiga individu sehat dikumpulkan dari Divisi Kardiologi RSUD dr. Zainoel Abidin. Sampel darah disentrifugasi untuk memperoleh serum, kemudian darah dan serum diabukan pada suhu 550°C selama tiga jam sebelum dianalisis komposisi dan konsentrasi elemen menggunakan XRF. Hasil analisis menunjukkan bahwa profil unsur dalam darah pasien PJK didominasi oleh Cl, K, dan Fe. Kadar Fe pada kelompok PJK tercatat lebih tinggi dibandingkan kelompok sehat. Sementara, serum pada kedua kelompok didominasi oleh Cl dan Si, dengan variasi yang tidak signifikan antar kelompok. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan logam Fe dan Zn (p < 0,05). Hasil analisis statistik juga memperlihatkan adanya korelasi yang kuat antarunsur metabolik seperti K–P dan Fe–Zn pada kelompok PJK. Korelasi yang kuat antar elemen tersebut menggambarkan adanya disfungsi elektrolit dan gangguan metabolisme logam yang relevan dengan proses aterosklerosis pada PJK. Penelitian ini menunjukkan bahwa Fe, Zn, dan Cu merupakan elemen yang paling berpotensi dijadikan biomarker fisiologis maupun toksikologis pada PJK, sedangkan unsur non-esensial seperti Al, Ni, dan Br tidak menunjukkan perubahan bermakna (p > 0,05).

Coronary heart disease (CHD) is a major contributor to global mortality and is strongly linked to oxidative stress, chronic inflammation, and dysregulation of essential and non-essential trace elements. Perturbations in the concentrations of essential metals such as iron (Fe), zinc (Zn), and copper (Cu) can disrupt antioxidant defense and redox homeostasis, whereas the presence of non-essential elements including silicon (Si), aluminum (Al), and nickel (Ni) may influence metabolic balance and cellular integrity. This study aimed to quantitatively characterize the elemental composition of blood and serum from CAD patients in comparison with healthy individuals using X-Ray Fluorescence (XRF) spectroscopy. A total of eight samples, comprising five CHD patients and three healthy controls, were collected from the Cardiology Division of RSUD dr. Zainoel Abidin. Blood samples underwent centrifugation to obtain serum, followed by dry ashing at 550°C for three hours prior to XRF analysis. The findings revealed that CHD blood samples were predominantly composed of Cl, K, and Fe, with Fe exhibiting elevated concentrations and Zn and Cu showing notable reductions relative to healthy controls. Serum samples in both groups were consistently dominated by Cl and Si, with no statistically significant differences detected. Statistical evaluation identified significant group differences for Fe and Zn (p < 0.05), alongside strong positive correlations among key metabolic elements, particularly between K–P and Fe–Zn within the CHD cohort. These patterns reflect alterations in electrolyte equilibrium and essential metal metabolism, which are mechanistically associated with endothelial dysfunction, oxidative stress, and atherosclerotic progression. The results indicate that Fe, Zn, and Cu represent potential physiological and toxicological biomarkers relevant to CHD pathogenesis, while non-essential elements such as Al, Ni, and Br demonstrated minimal diagnostic relevance in this study.

Citation



    SERVICES DESK