<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707007">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT MEROKOK DENGAN DERAJAT SINDROM MATA KERING PADA PELANGGAN WARUNG KOPI DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raja Akbar Rangkuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sindrom mata kering didefinisikan sebagai suatu penyakit multifaktorial yang ditandai oleh gangguan homeostasis air mata yang disertai gejala pada mata. Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya sindrom mata kering adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat merokok&#13;
dengan derajat sindrom mata kering pada pelanggan warung kopi di Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain cross-sectional, melibatkan 126 pelanggan warung kopi yang merupakan perokok aktif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Brinkman dan OSDI. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa tingkat merokok pada pelanggan warung kopi di Banda Aceh sebagian besar responden termasuk dalam kategori perokok sedang sebesar 40,5%. Prevalensi sindrom mata kering pada penelitian ini sebesar 84,1% dan sebesar 15,9% memiliki kondisi mata normal. Analisis Spearman Rank&#13;
menunjukkan adanya hubungan (p-value 0,000) dengan kekuatan cukup (koefisien korelasi 0,487) antara tingkat merokok dengan derajat sindrom mata kering. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi tingkat merokok, maka semakin berat pula derajat sindrom mata kering yang dialami responden.&#13;
Kata Kunci: sindrom mata kering, merokok, warung kopi, indeks brinkman, OSDI</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EYES DISEASES - HUMANS - OPHTHALMOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707007</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 09:19:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 12:07:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>