<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706997">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FANI FEBIOLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pneumonia komunitas merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas dengan angka rawat inap yang tinggi, sehingga penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk mempercepat penyembuhan. Variasi jumlah jenis antibiotik berpotensi memengaruhi lama rawat inap, namun data lokal di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis antibiotik yang paling sering digunakan, gambaran lama rawat inap, serta hubungan antara jumlah jenis antibiotik dengan lama rawat inap pasien pneumonia komunitas tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan data rekam medis retrospektif. Sebanyak 151 sampel diperoleh menggunakan rumus Slovin. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p &lt; 0,05), sehingga analisis dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan Ceftriaxone merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan, dengan rata-rata lama rawat inap 7 hari (rentang 2–18 hari). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan hubungan bermakna antara jumlah jenis antibiotik dengan lama rawat inap (p = 0,018). Analisis lanjutan menggunakan uji Mann- Whitney menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok satu dan dua jenis antibiotik (p &lt; 0,05), yang memperkuat temuan bahwa kelompok dua antibiotik memiliki lama rawat inap lebih panjang. Hal ini mengindikasikan kemungkinan kondisi klinis yang lebih berat atau respons terapi yang lebih lambat pada kelompok tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan antibiotik rasional sejak awal terapi untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit. &#13;
&#13;
Kata kunci: pneumonia komunitas, antibiotik, lama rawat inap.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIBIOTICS</topic>
 </subject>
 <classification>616.241</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 00:01:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 10:00:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>