<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706983">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA INDIVIDU KONTAK DENGAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KUTA BARO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wilda Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro, Aceh Besar, dengan 27 kasus terkonfirmasi pada tahun 2024, sehingga diperlukan pemahaman komprehensif mengenai pengetahuan dan perilaku pencegahan pada individu kontak. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan TB paru pada individu kontak dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan pendekatan potong lintang terhadap 140 responden yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik (76,4%) dan perilaku pencegahan yang juga kurang optimal (61,4%). Terdapat hubungan bermakna antara lama serumah (p = 0,002) dan status imunisasi BCG (p = 0,037) dengan tingkat pengetahuan, sementara perilaku pencegahan hanya berhubungan dengan lama serumah (p = 0,004). Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan (p = 0,000), di mana responden dengan pengetahuan rendah memiliki peluang 4,7 kali lebih besar untuk berperilaku kurang baik. Temuan ini menggarisbawahi perlunya penguatan edukasi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan serta perilaku pencegahan TB pada individu kontak dalam upaya memutus rantai penularan TB.&#13;
Kata kunci : Tuberkulosis paru, pengetahuan, perilaku pencegahan, kontak dengan penderita&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PULMONARY TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706983</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 13:30:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 14:52:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>