<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706963">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE-ANESTESI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU DANIEL MAKARIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat kecemasan adalah pengetahuan pasien mengenai prosedur anestesi yang akan dijalani. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu pasien lebih siap secara mental dan emosional sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, tingkat kecemasan, serta hubungan antara keduanya pada pasien pre-anestesi di RSUD Dr. Zainoel Abidin. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 120 pasien pre-anestesi yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kecemasan, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik (51,7%) dan tingkat kecemasan ringan (48,3%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan (p &lt; 0,001; r = -0,338) dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan pasien pre-anestesi, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien menjelang tindakan anestesi.&#13;
&#13;
Kata kunci : Pengetahuan, kecemasan, pre-anestesi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY DISORDERS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.852 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706963</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 00:47:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 11:58:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>