<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706951">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI DAN TINGKAT STRES DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA KARYAWATI ADMINISTRASI FAKULTAS RUMPUN KESEHATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Ulfairah Syarva</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator penting dalam menilai status gizi dan kesehatan metabolik. Peningkatan IMT berhubungan dengan risiko penyakit kronis. Faktor gaya hidup, termasuk kebiasaan minum kopi dan tingkat stres kerja diduga berperan dalam memengaruhi IMT, terutama pada wanita pekerja yang menghadapi tuntutan peran ganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan minum kopi dan tingkat stres dengan IMT pada karyawati administrasi Fakultas rumpun kesehatan Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan minum kopi, Workplace Stress Scale (WSS), serta pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan untuk perhitungan IMT. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 34–44 tahun (37,5%), berstatus menikah (75%), dan memiliki pengalaman kerja &gt;5 tahun (59,4%). Jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi dengan tambahan sedikit gula/susu/krimer (75%). Distribusi IMT menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori obesitas I (34,4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif bermakna antara kebiasaan minum kopi dengan IMT (ρ = 0,499; p = 0,004) dengan kekuatan sedang, sedangkan tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan IMT (ρ = 0,152; p = 0,412). Kesimpulannya, kebiasaan minum kopi berhubungan dengan IMT pada karyawati administrasi, sedangkan tingkat stres tidak berhubungan dengan IMT. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi pola konsumsi kopi yang sehat dan pengendalian faktor risiko obesitas di lingkungan kerja.&#13;
Kata kunci: kebiasaan minum kopi, tingkat stres, indeks massa tubuh, karyawati, Universitas Syiah Kuala</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706951</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 17:47:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 09:08:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>