Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN MALARIA DI RSUDZA BANDA ACEH
Pengarang
INKI AFIFAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Masra Lena Siregar - 198006212006042001 - Dosen Pembimbing I
Maha Fitra ND - 198905072022031002 - Dosen Pembimbing II
M. Fuad - 197303011994021004 - Penguji
Safarianti - 198401012008122005 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2207101010078
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
614.532
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Meskipun sebagian besar wilayah di Provinsi Aceh telah mencapai eliminasi malaria, kasus baru masih ditemukan setiap tahun, terutama di fasilitas rujukan seperti RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh (RSUDZA). Pemantauan karakteristik pasien malaria penting dilakukan untuk mengevaluasi pola penyakit, komplikasi, serta efektivitas tatalaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien malaria di RSUDZA meliputi karakteristik demografi, jenis Plasmodium, manifestasi klinis, hasil laboratorium, komplikasi, dan tatalaksana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data sekunder rekam medis pasien malaria yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh pada periode 2020–2024. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling terhadap 29 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien berusia dewasa ≥18 tahun, berjenis kelamin laki-laki (79,3%), pendidikan SMA (65,5%) dengan pekerjaan dominan adalah PNS dan wiraswasta (20,7%), serta pasien rujukan terbanyak berasal dari Kota Banda Aceh. Jenis Plasmodium yang paling banyak ditemukan adalah P. falciparum (44,8%). Manifestasi klinis terbanyak adalah demam (100%), menggigil (82,8%), mual (72,4%) dan sakit kepala (55,2%). Hasil laboratorium menunjukkan sebagian besar pasien mengalami anemia, trombositopenia, dan peningkatan kadar bilirubin total. Mayoritas pasien mengalami komplikasi berupa gagal ginjal akut (27,6%). Regimen terapi terbanyak adalah kombinasi DHP selama 3 hari dengan tambahan primakuin 1 hari (27,6%), sementara pasien dengan komplikasi mendapatkan artesunat intravena. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas pasien malaria di RSUDZA merupakan laki-laki dewasa dengan infeksi P. falciparum, menunjukkan gambaran klinis serta tatalaksana sesuai pedoman nasional dan internasional.
Kata kunci: Malaria, Plasmodium, karakteristik pasien, hasil laboratorium, komplikasi.
Malaria is an infectious disease caused by Plasmodium and transmitted through the bite of female Anopheles mosquitoes. Although most areas in Aceh have achieved malaria elimination, new cases continue to be reported each year, particularly in referral centers such as dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh (RSUDZA). Monitoring patients characteristic is essential to evaluate disease patterns, complications, and treatment effectiveness. This study aimed to describe malaria patient characteristics at RSUDZA, including demographics, Plasmodium spesies, clinical manifestations, laboratory findings, complications and management. This descriptive retrospective study used secondary data from medical records of malaria patients treated at RSUDZA during 2020-2024. Total sampling was applied, yielding 29 patients who met the inclusion and exclusion criteria. All patients were adults aged ≥18 years, with most being male (79,3%). Senior high school was the most common education level (65,5%), and the dominant occupations were civil servants and self-employed individuals (20,7%). The most frequently identified species was P. falciparum (44,8%). Common clinical manifestations included fever (100%), chills (82,8%), nausea (72,4%) and headache (55,2%). Laboratory results showed frequent anemia, thrombocytopenia and elevated total bilirubin levels. Most patients experienced complications in the form of acute kidney injury (27,6%). The most commonly used regimen was DHP for 3 days with additional single dose of primaquine (27,6%), while patients with complications received intravenous artesunate. This study concludes that malaria patients at RSUDZA were predominantly adult males infected with P. falciparum, presenting with characteristic clinical, laboratory findings and receiving treatment consistent with national and international guidelines. Keywords: Malaria, Plasmodium, patient characteristics, laboratory findings, complications.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA MALARIA DI KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH (Farid Alfatah, 2022)
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA MALARIA DI KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH (Farid Alfatah, 2015)
ANALISIS RISIKO KARAKTERISTIK, FAKTOR SOSIAL EKONOMI, PERILAKU MASYARAKAT DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK KABUPATEN ACEH BARAT (Susy Sriwahyuni Sukiswo, 2015)
PROFIL KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN MALARIA DEWASA DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012 (Salman Adam, 2014)
GAMBARAN KASUS MALARIA DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH PERIODE JANUARI 2008 - NAVEMBER 2011 (Shella Widya Gani, 2022)