<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706905">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN PENGGUNAAN ALAT BANTU DENGAR DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PADA PASIEN LANJUT USIA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadhila Zulkarnain</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Presbikusis merupakan gangguan pendengaran progresif pada lansia yang dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, terutama dalam kemampuan berkomunikasi. Alat bantu dengar (ABD) menjadi salah satu intervensi utama untuk mengatasi keterbatasan tersebut, meskipun penggunaannya tetap dipengaruhi oleh faktor kenyamanan, biaya, dan preferensi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan ABD dan efektivitas komunikasi pada lansia dengan presbikusis. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang pada 33 lansia terdiagnosis presbikusis yang menggunakan ABD. Mayoritas responden merupakan lansia awal (48,5%), berjenis kelamin laki-laki (57,6%), menggunakan ABD unilateral (93,9%), serta tidak memiliki riwayat penyakit penyerta (90,1%). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden (87,9%) melaporkan kepuasan terhadap penggunaan ABD, dengan variasi efektivitas komunikasi yang meliputi kategori tanpa hambatan, hambatan ringan, dan hambatan sedang (33,3%). Berdasarkan penilaian keluarga, lebih dari separuh responden (51,7%) berada pada kategori hambatan sedang. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan ABD dan efektivitas komunikasi, baik berdasarkan penilaian lansia     (p = 0,023) maupun penilaian keluarga (p = 0,011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu dengar berhubungan signifikan dengan peningkatan efektivitas komunikasi pada lansia dengan presbikusis. Temuan ini menegaskan pentingnya ABD dalam mendukung kemampuan komunikasi dan kualitas hidup pada populasi lanjut usia.&#13;
Kata kunci: Presbikusis, lansia, kepuasan, alat bantu dengar, efektivitas komunikasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EAR DISEASES - HUMANS - GERIATRICS</topic>
 </subject>
 <classification>618.977 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706905</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 13:38:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 14:51:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>