<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706903">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER PADA PENDERITA STEMI ANTERIOR DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI GAGAL JANTUNG AKUT DI RSUZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SILVI ASIH MAISHANDY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, dan meskipun intervensi koroner perkutan primer (Primary Percutaneous Coronary Intervention/PPCI) menjadi terapi utama, komplikasi gagal jantung akut masih dapat terjadi, terutama pada STEMI anterior yang berpotensi menyebabkan kerusakan miokard luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi gagal jantung akut, menggambarkan karakteristik klinis pasien, serta menganalisis hubungan tindakan PPCI dengan kejadian gagal jantung akut pada pasien STEMI anterior. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 54 pasien STEMI anterior yang dirawat di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh selama periode Januari–Desember 2024. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 pasien (85,2%) menjalani PPCI, sedangkan 8 pasien (14,8%) tidak menjalani PPCI, dengan total kejadian gagal jantung akut sebanyak 4 pasien (7,4%). Proporsi gagal jantung akut lebih tinggi pada kelompok non-PPCI (25%) dibandingkan kelompok PPCI (4,3%), namun uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tindakan PPCI dan kejadian gagal jantung akut (p = 0,100). Kesimpulannya, meskipun PPCI tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap kejadian gagal jantung akut, temuan ini menekankan pentingnya identifikasi dini risiko klinis serta optimalisasi tatalaksana pada pasien STEMI anterior.&#13;
Kata kunci: STEMI anterior, PPCI, gagal jantung akut, intervensi koroner,&#13;
RSUDZA.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEART FAILURE - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.129</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706903</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 13:31:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 14:56:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>