<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706901">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP HEMODINAMIK PADA PASIEN GERIATRI SEBELUM MENJALANI PROSEDUR ANESTESI DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GUSTIAN WILI SASTRO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecemasan praoperatif adalah masalah umum pada pasien geriatri yang dapat memengaruhi stabilitas hemodinamik melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Proses degeneratif pada usia lanjut menyebabkan penurunan fungsi kardiovaskular dan peningkatan sensitivitas terhadap stres serta obat anestesi, sehingga perubahan emosional praoperatif dapat menyebabkan gangguan hemodinamik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan praoperatif dan parameter hemodinamik pada pasien geriatri yang akan menjalani prosedur anestesi di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 87 pasien geriatri. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner State-Trait Anxiety Inventory–State (STAI-S), sementara parameter hemodinamik (tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas) diukur dengan wrist sphygmomanometer dan observasi langsung. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak mengalami kecemasan (51,7%) dan sebagian besar berada dalam kondisi hemodinamik stabil (73,6%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kondisi hemodinamik (p &lt; 0,05; r = 0,402), dengan arah hubungan positif berkekuatan sedang. Ketidakstabilan hemodinamik lebih sering terjadi pada pasien dengan kecemasan cukup/sedang (70%) dan sangat cemas (58,3%), sementara stabilitas tertinggi ditemukan pada kelompok tanpa kecemasan (86,7%). Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat kecemasan praoperatif, semakin besar risiko ketidakstabilan hemodinamik pada pasien geriatri. Oleh karena itu, deteksi dini dan manajemen kecemasan sangat penting diintegrasikan dalam evaluasi pra anestesi untuk mengurangi risiko komplikasi pada pasien geriatri. &#13;
&#13;
Kata kunci: kecemasan praoperatif; STAI-S; hemodinamik; geriatri; anestesi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY DISORDERS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.852 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706901</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 12:47:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 15:08:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>