<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706867">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK KLINIS, ETIOLOGI BAKTERI, JENIS PNEUMONIA, DAN LUARAN KLINIS PASIEN PNEUMONIA DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fiona Aqhla Saidina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien kritis yang dirawat di unit perawatan intensif, terutama pada pasien dengan komorbiditas dan gangguan fungsi organ yang memerlukan pemantauan ketat. Variasi etiologi bakteri, jenis pneumonia, dan kondisi klinis pasien berperan penting dalam menentukan derajat keparahan serta luaran klinis selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinis, etiologi bakteri, jenis pneumonia, serta luaran klinis pasien pneumonia yang dirawat di unit perawatan intensif RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada tahun 2023–2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan desain cross-sectional menggunakan total sampling terhadap 43 rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia &gt;60 tahun (37,2%), berjenis kelamin perempuan (51,2%), dan memiliki komorbid terbanyak berupa hipertensi (30,1%) serta diabetes melitus (27,8%). Sebagian besar pasien menggunakan ventilator mekanik (79,1%) dan berasal dari kelompok non-bedah (90,7%). Etiologi bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus aureus (27,9%), sedangkan 58,1% sampel tidak menunjukkan pertumbuhan bakteri. Jenis pneumonia yang paling sering dijumpai adalah community-acquired pneumonia (CAP) sebesar 72,1%, diikuti hospital-acquired pneumonia (HAP) sebesar 27,9%, dan tidak ditemukan kasus ventilator-associated pneumonia (VAP). Luaran klinis menunjukkan bahwa mayoritas pasien meninggal (83,7%), sedangkan 16,3% mengalami perbaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasien pneumonia di unit perawatan intensif RSUDZA didominasi usia lanjut dengan komorbid kardiometabolik, penggunaan ventilator tinggi, dan memiliki angka mortalitas yang signifikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan tata laksana klinis serta pencegahan infeksi di unit perawatan intensif.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.241</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 10:30:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 15:31:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>