<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706865">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK AIR DAUN KIRINYU (CHROMOLAENA ODORATA) TERHADAP EKSPRESI FIBROBLAST GROWTH FACTOR-2 (FGF-2) PADA FASE 2 PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT RN(MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Desiree Anggia Paramita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar belakang: Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengaruh ekstrak air daun Kirinyu (Chromolaena odorata) terhadap ekspresi Fibroblast Growth Factor-2 (FGF-2) selama fase 2 penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus), menyoroti pentingnya senyawa alami dalam pengobatan medis. Metode: Pendekatan eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap diterapkan pada 28 mencit yang dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing menerima konsentrasi ekstrak air daun Kirinyu yang berbeda. Penilaian ekspresi FGF-2 dilakukan melalui analisis imunohistokimia. Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh ekstrak air daun kirinyu  terhadap ekspresi FGF-2 pada akhir fase 2 penyembuhan luka pada mencit, dibuktikan dengan intensitas, persentase dan ekspresi FGF-2 yang signifikan. Pada penelitian ini, konsentrasi ekstrak air daun kirinyu (Chormolaena odorata) 5% adalah konsentrasi yang paling efektif dalam ekspresi FGF-2 pada akhir fase 2 penyembuhan luka pada mencit (Mus musculus). Pembahasan: Peningkatan ekspresi FGF-2 menunjukkan potensi ekstrak air daun Kirinyu sebagai agen alami yang efektif untuk meningkatkan penyembuhan luka. Efek ini kemungkinan disebabkan oleh senyawa bioaktif yang ada dalam ekstrak, yang mungkin mempromosikan aktivitas fibroblas dan proses penyembuhan lainnya. Kesimpulan: Ekstrak air daun Kirinyu menunjukkan potensi sebagai opsi terapeutik alami untuk penyembuhan luka, menawarkan jalur yang menjanjikan untuk pengembangan pengobatan baru berdasarkan pengobatan tradisional.&#13;
Kata Kunci: Ekstrak Air Daun Kirinyu, FGF-2, Penyembuhan Luka, Mencit, Imunohistokimia.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706865</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 10:26:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 10:41:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>