<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706801">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH STIGMA PENDERITA HIV TERHADAP SKRINING DAN TERAPI TUBERKULOSIS DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Burju</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>HIV/AIDS ialah penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga penderita mudah mengalami infeksi oportunistik. Faktor terbesar sulitnya pengendalian HIV/AIDS paling besar dipengaruhi oleh stigma yang menyelimuti pikiran pasien dan yang berkembang di masyarakat luas serta kurang memahami cara transmisi virus HIV. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh stigma penderita HIV terhadap skrining dan terapi TB di Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain intrinsic case study. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan in depth-interview pada tiap kategori sampel dan dilakukan triangulasi waktu dan teknik yang berorientasi pada tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi secara detil dan autentik mengenai stigma tentang HIV yang memengaruhi skirining dan pengobatan TB. Hasil penelitian ini adalah stigma HIV terdiri dari stigma dipersepsikan, stigma dipersonalisasi, stigma kekhawatiran pengungkapan, dan self stigma. Stigma-stigma tersebut didapatkan dari keluarga, lingkungan sekitar, dan tenaga kesehatan. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan terhadap penyebaran virus HIV dan faktor nilai normatif yang berkembang di masyarakat. Dampak dari stigma HIV pada dua pasien terkonfirmasi HIV terhadap skrining TB adalah enggan mengakses layanan kesehatan, tetapi tetap bersedia dan melaksanakan skrining TB. Adapun dampak stigma HIV pada dua pasien terkonfirmasi HIV-TB pada terapi TB ialah enggan mengakses layanan kesehatan karena takut mendapatkan stigma ganda dari tenaga kesehatan dan efek samping ARV memengaruhi kepatuhan terapi TB serta tidak berpengaruh terhadap sampel yang lainnya. Stigma HIV tidak berdampak dalam pelaksanaan skrining TB. Pasien tetap melaksanakan skrining TB dan tidak ada ketakutan dalam melakukan skrining TB.&#13;
Kata Kunci: HIV, Skrining TB, Stigma HIV, TB, Terapi TB</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HIV INFECTIONS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.979 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706801</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 16:09:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-17 15:50:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>