KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang
Dosen Pembimbing

Rina Suryani Oktari - 198310122014042001 - Dosen Pembimbing I
Teuku Renaldi - 198204132008011006 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010111

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Krisis kesehatan adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, korban luka/sakit, pengungsian, dan/atau adanya potensi bahaya yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Hal ini membutuhkan respons cepat di luar kebiasaan normal dan diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar penanggulangan krisis kesehatan dapat dilakukan dengan maksimal. Kepemimpinan mempengaruhi bagaimana tindakan penanggulangan krisis kesehatan dilakukan, baik dari segi kegiatan, waktu, ataupun keputusan yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gaya dan karakteristik kepemimpinan, kelebihan dan kekurangan kepemimpinan, tantangan dan hambatan dalam penanggulangan, serta proses pengambilan keputusan saat penanggulangan krisis kesehatan dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 7 orang perempuan yang pernah menanggulangi krisis kesehatan yang terjadi di Kabupaten Aceh Besar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan tidak menggunakan satu gaya kepemimpinan, tetapi menggunakan banyak gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Gaya kepemimpinan yang dipakai adalah kepemimpinan kombinasi. Kelebihan dan kekurangan kepemimpinan bervariasi antar individu karena tergantung dari pengalaman dan karakter masing-masing. Tantangan dan hambatan yang ditemukan muncul dari peran ganda yaitu sebagai tenaga kesehatan dan sebagai ibu rumah tangga. Keputusan yang diambil saat penanggulangan melalui proses diskusi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan perempuan dalam penanggulangan krisis kesehatan bersifat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.

A health crisis is an event or series of events that results in casualties, injuries/illnesses, displacement, and/or potential hazards that impact public health. This requires a rapid response beyond normal routines and necessitates an increase in health workforce capacity to ensure the health crisis is managed optimally. Leadership influences how health crisis management strategies are implemented, including activities, timing, and decision-making. This study aims to explore leadership styles and characteristics, strengths and weaknesses of leadership, challenges and obstacles in management, as well as the decision-making processes during health crisis response. This research used a qualitative method with a phenomenological approach, conducting in-depth interviews with seven women who have managed health crises in Aceh Besar District. The results show that women do not use a single leadership style, but employ various styles tailored to the situation and condition—this is referred to as hybrid leadership. The strengths and weaknesses of leadership vary among individuals, depending on each one’s experience and character. The challenges and obstacles found stem from dual roles as both health workers and mothers. Decisions made during the response process are based on discussion. The conclusion is that women’s leadership in health crisis management is adaptive to the prevailing situations and conditions.

Citation



    SERVICES DESK