<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706763">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA DURASI PAPARAN AIR CONDITIONER (AC) DAN DURASI TIDUR DENGAN KEJADIAN SINDROM MATA KERING PADA SISWA KELAS XI SMA LABSCHOOL UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALI AKBAR HAMONANGAN DAULAY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sindrom Mata Kering (SMK) merupakan gangguan pada permukaan okuler akibat&#13;
menurunnya produksi atau kestabilan lapisan air mata yang menimbulkan&#13;
ketidaknyamanan. Udara kering, termasuk yang dihasilkan oleh penggunaan air&#13;
conditioner (AC), dapat menurunkan kelembapan ruangan di bawah kisaran normal&#13;
dan berkontribusi terhadap peningkatan evaporasi air mata. Faktor lain yang&#13;
berperan adalah durasi tidur yang tidak adekuat, yang dapat memperburuk kondisi&#13;
mata dan meningkatkan risiko terjadinya SMK. Penelitian ini bertujuan mengetahui&#13;
hubungan durasi paparan AC dan durasi tidur terhadap kejadian SMK pada siswa&#13;
kelas XI SMA Labschool Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian&#13;
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.&#13;
Pengambilan data dilakukan pada 29 Agustus 2025 terhadap 126 responden. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa 45,2% siswa mengalami SMK. Uji Chi Square&#13;
menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi paparan AC (p &lt; 0,001)&#13;
dan durasi tidur (p = 0,001) dengan kejadian SMK. Analisis multivariat dengan&#13;
regresi logistik ganda menunjukkan bahwa durasi paparan AC merupakan faktor&#13;
yang paling dominan dalam memengaruhi kejadian SMK. Kesimpulannya, durasi&#13;
paparan AC dan durasi tidur berhubungan dengan kejadian sindrom mata kering&#13;
pada siswa, dengan paparan AC sebagai faktor yang memiliki pengaruh terbesar.&#13;
Kata kunci: Sindrom Mata Kering, Paparan AC, Durasi Tidur</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EYES DISEASES - HUMANS - OPHTHALMOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706763</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 09:47:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 10:16:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>