HUBUNGAN ANTARA DURASI PAPARAN AIR CONDITIONER (AC) DAN DURASI TIDUR DENGAN KEJADIAN SINDROM MATA KERING PADA SISWA KELAS XI SMA LABSCHOOL UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA DURASI PAPARAN AIR CONDITIONER (AC) DAN DURASI TIDUR DENGAN KEJADIAN SINDROM MATA KERING PADA SISWA KELAS XI SMA LABSCHOOL UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH


Pengarang
Dosen Pembimbing

Saiful Basri - 197104072005011001 - Dosen Pembimbing I
Wahyu Lestari - 197802272015042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010141

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sindrom Mata Kering (SMK) merupakan gangguan pada permukaan okuler akibat
menurunnya produksi atau kestabilan lapisan air mata yang menimbulkan
ketidaknyamanan. Udara kering, termasuk yang dihasilkan oleh penggunaan air
conditioner (AC), dapat menurunkan kelembapan ruangan di bawah kisaran normal
dan berkontribusi terhadap peningkatan evaporasi air mata. Faktor lain yang
berperan adalah durasi tidur yang tidak adekuat, yang dapat memperburuk kondisi
mata dan meningkatkan risiko terjadinya SMK. Penelitian ini bertujuan mengetahui
hubungan durasi paparan AC dan durasi tidur terhadap kejadian SMK pada siswa
kelas XI SMA Labschool Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.
Pengambilan data dilakukan pada 29 Agustus 2025 terhadap 126 responden. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 45,2% siswa mengalami SMK. Uji Chi Square
menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi paparan AC (p < 0,001)
dan durasi tidur (p = 0,001) dengan kejadian SMK. Analisis multivariat dengan
regresi logistik ganda menunjukkan bahwa durasi paparan AC merupakan faktor
yang paling dominan dalam memengaruhi kejadian SMK. Kesimpulannya, durasi
paparan AC dan durasi tidur berhubungan dengan kejadian sindrom mata kering
pada siswa, dengan paparan AC sebagai faktor yang memiliki pengaruh terbesar.
Kata kunci: Sindrom Mata Kering, Paparan AC, Durasi Tidur

Dry Eye Syndrome (DES) is a disorder of the ocular surface caused by decreased production or instability of the tear film, leading to discomfort. Dry indoor air, including that produced by air conditioner (AC) use, can reduce room humidity below the normal range and contribute to increased tear evaporation. Another contributing factor is inadequate sleep duration, which may worsen ocular surface conditions and elevate the risk of DES. This study aimed to determine the association between AC exposure duration and sleep duration with the occurrence of DES among 11th-grade students at SMA Labschool Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. Data collection was conducted on August 29, 2025, involving 126 respondents. The results showed that 45.2% of students experienced DES. Chi-square analysis demonstrated significant associations between AC exposure duration (p < 0.001) and sleep duration (p = 0.001) with DES. Multivariate analysis using multiple logistic regression indicated that AC exposure duration was the most dominant factor influencing DES occurrence. In conclusion, both AC exposure duration and sleep duration are associated with dry eye syndrome among students, with AC exposure being the factor exerting the greatest influence. Keywords: Dry Eye Syndrome, AC Exposure, Sleep Duration

Citation



    SERVICES DESK