KORELASI STATUS IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS LAMPAHAN KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KORELASI STATUS IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS LAMPAHAN KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Halimah Chusna - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tristia Rinanda - 198209212006042001 - Dosen Pembimbing I
Ichsan - 197710062003121001 - Dosen Pembimbing II
M. Yani - 196101271988111001 - Penguji
H. Said Usman - 197010151992031004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

614.47

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan dan perkembangan anak balita di Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah status imunisasi dasar yang tidak lengkap, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi dan mengganggu proses tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi status imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di Puskesmas Lampahan Kabupaten Bener Meriah. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan kasus–kontrol. Sampel berjumlah 246 balita, terdiri dari 123 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 123 balita normal sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan form data responden dan buku KIA, serta data sekunder status gizi yang bersumber dari sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan perhitungan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting lebih tinggi pada kelompok dengan imunisasi dasar tidak lengkap. Uji statistik memperlihatkan adanya korelasi bermakna antara status imunisasi dasar dengan kejadian stunting (p < 0,05). Anak dengan imunisasi dasar tidak lengkap memiliki risiko 3,27 kali lebih tinggi mengalami stunting (OR = 3,27; 95% CI = 1,94–5,49). Jenis imunisasi dasar yang paling sering tidak diberikan pada kelompok stunting adalah Campak/Rubella, sedangkan pada kelompok normal adalah Polio 4.
Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara status imunisasi dasar dengan kejadian stunting. Dengan demikian, diperlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi masyarakat dan peningkatan akses pelayanan kesehatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap sebagai upaya preventif dalam menurunkan risiko stunting di Puskesmas Lampahan Kabupaten Bener Meriah.
Kata kunci: stunting, imunisasi dasar, balita, status gizi, infeksi

Stunting remains a chronic nutritional problem with long-term impacts on health and developmental outcomes among children in Indonesia. One of the contributing factors to stunting is incomplete basic immunization, which increases susceptibility to infectious diseases and disrupts optimal growth. This study aimed to analyze the correlation between basic immunization status and the incidence of stunting among children aged 12–59 months at Puskesmas Lampahan, Bener Meriah District. This analytical observational study employed a case–control design. A total of 246 children were selected, consisting of 123 stunted children as the case group and 123 normal children as the control group. Data were collected through interviews with parents. Secondary data derived from the Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) system and KIA book. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test with Odds Ratio (OR) and 95% Confidence Interval (CI). The results showed that the proportion of stunting was higher among children with incomplete basic immunization. Statistical analysis indicated a significant correlation between basic immunization status and stunting (p < 0.05). Children with incomplete immunization were 3.27 times more likely to be stunted (OR = 3.27; 95% CI = 1.94–5.49). The most frequently missed vaccine among the stunted children was Measles/Rubella, while among the normal group it was Polio 4. Conclusion: There is a significant correlation between basic immunization status and stunting in Puskesmas Lampahan Kabupaten Bener Meriah. Therefore, a comprehensive approach through community education and improved access to healthcare services is required to increase complete basic immunization coverage as a preventive effort to reduce the risk of stunting. Keywords: stunting, basic immunization, toddlers, nutritional status, infection

Citation



    SERVICES DESK