HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH


Pengarang

NURUL HUSNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zahratul Aini - 198405272014042002 - Dosen Pembimbing I
Khairunnisa - 198612282022032004 - Dosen Pembimbing II
Tita Menawati Liansyah - 198408092010122004 - Penguji
Ivan Ramayana - 198109232015041002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010162

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

613.043 8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Lansia merupakan kelompok populasi yang terus meningkat jumlahnya di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, dan penurunan fungsi kognitif menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia, namun penelitian mengenai hubungan antara dukungan keluarga dan fungsi kognitif masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan fungsi kognitif lansia di Kecamatan Kuta Alam serta mengidentifikasi bentuk dukungan keluarga yang paling berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 97 lansia berusia ≥60 tahun yang aktif berkunjung ke Puskesmas Lampulo, dipilih melalui teknik incidental sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner dukungan keluarga, sedangkan fungsi kognitif dinilai menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memperoleh dukungan keluarga kategori baik (95,9%) dan mayoritas memiliki fungsi kognitif normal (76,3%). Meskipun demikian, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga secara keseluruhan dengan fungsi kognitif lansia di Kecamatan Kuta Alam (r = - 0,005; p = 0,962). Keempat bentuk dukungan keluarga—emosional, penghargaan, informasional, dan instrumental—juga tidak menunjukkan hubungan signifikan (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga tidak berhubungan secara langsung dengan fungsi kognitif lansia, meskipun tetap memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup lansia. Penguatan peran keluarga tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif terhadap penurunan fungsi kognitif pada lansia.

Kata kunci: Lansia, dukungan keluarga, fungsi kognitif, MMSE

The elderly population in Indonesia, including in Banda Aceh, continues to increase, and cognitive impairment has become one of the major health problems affecting their quality of life. Family support plays an important role in maintaining the health and well-being of older adults; however, previous studies examining the association between family support and cognitive function have shown inconsistent results. This study aimed to determine the relationship between family support and cognitive function among older adults in Kuta Alam District and to identify the type of family support most associated with cognitive function. This analytical quantitative study employed a cross-sectional design involving 97 older adults aged ≥60 years who actively visited Lampulo Public Health Center, selected using incidental sampling. Family support was measured using a family support questionnaire, while cognitive function was assessed using the Mini Mental State Examination (MMSE). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with Spearman correlation tests. The results showed that most older adults received good family support (95.9%) and had normal cognitive function (76.3%). However, statistical analysis indicated no significant association between overall family support and cognitive function among older adults in Kuta Alam District (r = – 0.005; p = 0.962). The four types of family support—emotional, appraisal, informational, and instrumental—also showed no significant relationship (p > 0.05). These findings suggest that family support is not directly associated with cognitive function in older adults, although it remains essential for supporting their overall well-being and quality of life. Strengthening family involvement is still necessary as part of promotive and preventive efforts to reduce cognitive impairment in the elderly. Keyword: Elderly, family support, cognitive impairment, MMSE

Citation



    SERVICES DESK