<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706735">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL HUSNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lansia merupakan kelompok populasi yang terus meningkat jumlahnya di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, dan penurunan fungsi kognitif menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia, namun penelitian mengenai hubungan antara dukungan keluarga dan fungsi kognitif masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan fungsi kognitif lansia di Kecamatan Kuta Alam serta mengidentifikasi bentuk dukungan keluarga yang paling berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 97 lansia berusia ≥60 tahun yang aktif berkunjung ke Puskesmas Lampulo, dipilih melalui teknik incidental sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner dukungan keluarga, sedangkan fungsi kognitif dinilai menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memperoleh dukungan keluarga kategori baik (95,9%) dan mayoritas memiliki fungsi kognitif normal (76,3%). Meskipun demikian, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga secara keseluruhan dengan fungsi kognitif lansia di Kecamatan Kuta Alam (r = - 0,005; p = 0,962). Keempat bentuk dukungan keluarga—emosional, penghargaan, informasional, dan instrumental—juga tidak menunjukkan hubungan signifikan (p &gt; 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga tidak berhubungan secara langsung dengan fungsi kognitif lansia, meskipun tetap memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup lansia. Penguatan peran keluarga tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif terhadap penurunan fungsi kognitif pada lansia.&#13;
&#13;
Kata kunci: Lansia, dukungan keluarga, fungsi kognitif, MMSE&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ELDERLY PERSONS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GERIATRICS PREVENTIVE MEASURES</topic>
 </subject>
 <classification>613.043 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706735</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-09 09:39:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-09 11:13:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>