<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706731">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN COMPULSIVE BUYING DISORDER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aqila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Compulsive buying disorder (CBD) merupakan gangguan perilaku yang ditandai&#13;
dengan dorongan berlebihan, impulsif, serta sulit mengendalikan diri untuk&#13;
berbelanja dan dapat mengganggu kondisi finansial serta kesejahteraan psikologis.&#13;
Faktor risiko terjadinya compulsive buying disorder salah satunya adalah tingkat&#13;
stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan&#13;
Compulsive Buying Disorder pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi&#13;
Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan&#13;
rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswi Fakultas&#13;
Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala Angkatan 2022, 2023 dan 2024 dengan&#13;
jumlah sampel 147 responden menggunakan teknik purposive sampling.&#13;
Pengambilan data dilakukan pada 19 Agustus – 18 September 2025 dengan&#13;
menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk menilai tingkat&#13;
stres dan kuesioner Edward Compulsive Buying Scale untuk menilai compulsive&#13;
buying disorder. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden yang&#13;
mengalami compulsive buying disorder berusia 20 tahun (36.3%), berasal dari&#13;
angkatan 2023 (38.6%) , tinggal di kos (54.5%) dan memiliki riwayat shopaholic&#13;
di keluarga (59.09%). Sebagian besar responden berada pada tingkat stres sedang&#13;
(74.8%). Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala yang&#13;
mengalami compulsive buying disorder berjumlah 44 responden (30%). Hasil uji&#13;
korelasi Spearman rank menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stres dan&#13;
compulsive buying disorder dengan koefisien korelasi r = 0,378 (p = 0,001;p &lt;&#13;
0,05) yang menunjukkan korelasi cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa&#13;
peningkatan tingkat stres berhubungan signifikan dengan kecenderungan&#13;
compulsive buying disorder pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas&#13;
Syiah Kuala sebagai cara sementara untuk mengatasi tekanan atau coping&#13;
mechanism terhadap stres akademkik yang dihadapi.&#13;
Kata Kunci : Stres, Compulsive Buying Disorder, Mahasiswi, ECBS, PSS-10</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706731</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-09 08:51:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-09 08:57:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>