Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS MAJAS SINDIRAN DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE
Pengarang
Three Tiadella Donna - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mukhlis - 196212021988101001 - Dosen Pembimbing I
Maya Safhida - 198410282019032017 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102010058
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Bahasa dan Sastra Indonesia., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
809.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Three Tiadella Donna. (2025). Analisis Majas Sindiran dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Drs. Mukhlis, M.Hum. dan Maya Safhida, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan majas sindiran dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye yang terbit pada tahun 2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra, khususnya majas sindiran, sebagai sarana penyampaian kritik dan pesan moral dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumen dan teknik baca-catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dalam penelitian ini adalah teks berupa kata, frasa, dan kalimat yang tergolong majas sindiran dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Hasil penelitian, ditemukan tiga bentuk majas sindiran dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye, yaitu ironi berupa sindiran dengan makna yang bertentangan dengan maksud sebenarnya, serta sindiran halus yang digunakan untuk mengejek seseorang. Sinisme ditemukan berupa sindiran yang merendahkan, meremehkan, mengejek, dan mencemooh seseorang, ungkapan yang mencerminkan ketidakpercayaan, kekecewaan, keraguan terhadap sesuatu, ejekan terhadap niat baik seseorang, serta sindiran yang bertujuan mengkritik sesuatu. Sarkasme ditemukan berupa celaan, kata kasar, serta mengibaratkan manusia dengan hewan atau benda mati. Majas sinisme merupakan majas yang paling dominan digunakan dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Penggunan majas sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye digunakan dalam dua situasi, yaitu situasi formal dan informal.
Kata kunci: Majas Sindiran, Teruslah Bodoh Jangan Pintar, Tere Liye.
Three Tiadella Donna. (2025). Analysis of Sarcastic Figures of Speech in the Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. [Thesis, Syiah Kuala University]. Under the guidance of Drs. Mukhlis, M.Hum. and Maya Safhida, S.Pd., M.Pd. His study aims to describe the use of satire in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye, published in 2024. The background of this study is based on the importance of the use of language styles in literary works, especially satire, as a means of conveying criticism and moral messages in literary works. This study uses a qualitative approach and descriptive research type with data collection techniques in the form of document study techniques and reading and note-taking techniques. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data in this study are texts in the form of words, phrases, and sentences that are classified as satire in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. Results of the study, three forms of satire were found in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye, namely irony in the form of satire with a meaning that is contrary to its actual intention, as well as subtle satire used to mock someone. Cynicism is found in the form of sarcasm that belittles, belittles, mocks, and ridicules someone, expressions that reflect distrust, disappointment, doubts about something, mockery of someone's good intentions, and sarcasm that aims to criticize something. Sarcasm is found in the form of reproaches, harsh words, and comparing humans to animals or inanimate objects. Cynicism is the most dominant figure of speech used in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. In addition, the use of irony, cynicism, and sarcasm in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye is used in two situations, namely, formal and informal situations. Keywords: Sarcastic of Speech, Teruslah Bodoh Jangan Pintar, Tere Liye.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE: KAJIAN SOSIOLOGI RALF DAHRENDORF (Nadiatul Nikmal, 2025)
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL SELAMAT TINGGAL KARYA TERE LIYE (ANNISA RAHDATUL ULA, 2023)
ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU KARYA TERE-LIYE (Nurul Aina, 2015)
ANALISIS KONFLIK ANTARKELAS DALAM NOVEL SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA (Fitri Mz, 2021)
ANALISIS KONFLIK EKSTERNAL DALAM NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU KARYA TERE LIYE (Nona Rizkiana, 2018)